kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Strategi Esta Multi Usaha (ESTA) bidik kenaikan laba hingga 10% pada 2020


Senin, 09 Maret 2020 / 14:02 WIB
Strategi Esta Multi Usaha (ESTA) bidik kenaikan laba hingga 10% pada 2020
Pencatatan perdana saham PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/3/2020).


Reporter: Kenia Intan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Esta Multi Usaha Tbk membidik kenaikan laba sekitar Rp 2 miliar sepanjang tahun ini. Jumlah tersebut diperkirakan naik 10% dibanding laba yang dikantongi sepanjang tahun 2019. 

Direktur Utama Esta Multi Usaha, Lukman Nelam menjelaskan, laba bersih masih akan dikontribusikan dari bisnis hotelnya. Sejauh ini bisnis hotel Esta Multi Usaha berkontribusi  sebesar 70% dari pendapatannya. 

"Tahun lalu Rp 5 miliar, tahun ini sekitar Rp 6 hingga Rp 7 miliar," katanya ketika ditemui usai melakukan pencatatan saham perdana atau listing di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI),Senin (9/3). 

Baca Juga: Melesat 70%, saham Esta Multi Usaha (ESTA) kena auto reject pasca melantai di BEI

Perusahaan berkode emiten ESTA itu memiliki Hotel 88 yang terletak di Bekasi. Sepanjang tahun 2019 hotel berkapasitas 70 kamar memiliki tingkat okupansi hingga 70%. 

Meskipun bisnis perhotelan tengah lesu lantaran faktor virus corona atau COVID-19, ESTA masih optimistis bisnisnya akan bertumbuh. Lukman bilang, pihaknya berupaya tetap menjaga pola kerja yang telah terbentuk selama ini. Sejauh ini, hotel yang menyasar pangsa pasar perkantoran, pemerintahan, dan pabrik-pabrik di sekitar Bekasi itu mengklaim dampak COVID-19 belum terasa. 

Untuk melancarkan bisnisnya di tahun 2020, perusahaan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditrue (capex) sekitar Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar. Adapun pendanaanya berasal dari intial public offering (IPO) dan kas internal perusahaan. 

Baca Juga: Mengenal Esta Multi Usaha, perusahaan yang akan listing di BEI hari ini




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×