kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Stok Minyak AS Naik, Harga WTI Berpotensi Makin Tertekan


Rabu, 26 Agustus 2026 / 16:28 WIB
Stok Minyak AS Naik, Harga WTI Berpotensi Makin Tertekan
ILUSTRASI. Harga Minyak - Kilang (REUTERS/Oscar Martinez)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan Rabu (26/8/2026). Selain meredanya risiko gangguan pasokan di Timur Tengah, kenaikan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) turut menjadi perhatian pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (26/8/2026) pukul 14.09 WIB, harga Brent tercatat US$ 86,77 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di US$ 80,51 per barel.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, koreksi harga minyak saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor geopolitik dibandingkan perubahan fundamental permintaan.

Baca Juga: Saham Tempo Media (TMPO) Jadi Top Gainner Naik 34,76%, Begini Kondisi Keuangannya

"Koreksi saat ini lebih banyak bersifat geopolitik daripada perubahan fundamental permintaan. Harga WTI dan Brent turun setelah muncul perkembangan positif dalam pembicaraan Iran–Oman yang meningkatkan harapan pembukaan kembali Selat Hormuz, sehingga risiko gangguan pasokan dan geopolitical premium pada harga minyak berkurang. Selain itu, kenaikan persediaan minyak AS juga menambah tekanan," kata Lukman.

Kenaikan stok minyak AS menjadi perhatian karena persediaan yang lebih tinggi menunjukkan ketersediaan minyak di pasar AS relatif lebih longgar. Kondisi tersebut dapat mengurangi tekanan kenaikan harga yang sebelumnya berasal dari kekhawatiran terhadap keterbatasan pasokan.

Berdasarkan estimasi American Petroleum Institute (API), persediaan minyak mentah AS meningkat 4,2 juta barel pada pekan yang berakhir 21 Agustus 2026. Kenaikan tersebut jauh lebih besar dibandingkan perkiraan pasar yang hanya sekitar 600.000 barel.

Perkembangan tersebut terutama relevan bagi WTI yang menjadi salah satu acuan harga minyak AS. Ketika persediaan domestik meningkat, tambahan pasokan di pasar AS dapat membatasi ruang penguatan harga WTI.

Lukman mengatakan, harga minyak dalam beberapa bulan ke depan masih berpotensi bergerak volatil dalam rentang tertentu. Pasar perlu menyeimbangkan kemungkinan normalisasi pasokan dengan kondisi gangguan di Timur Tengah yang belum sepenuhnya berakhir.

Menurut dia, perkembangan persediaan minyak AS menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan bersama dengan kondisi pasokan global. Apabila stok terus bertambah sementara gangguan pasokan Timur Tengah berangsur pulih, tekanan terhadap harga minyak dapat semakin besar.

Sebaliknya, ruang penurunan harga tetap terbatas apabila risiko geopolitik kembali meningkat. Gangguan terhadap lalu lintas tanker maupun ekspor minyak di kawasan Timur Tengah dapat kembali meningkatkan premi risiko dan mendorong harga minyak naik dengan cepat.

Dengan demikian, pergerakan stok minyak AS menjadi salah satu indikator yang dapat menentukan seberapa kuat tekanan terhadap WTI ketika risiko geopolitik mulai mereda. Pasar kini tidak hanya mencermati perkembangan Selat Hormuz, tetapi juga apakah pasokan minyak AS terus bertambah.

Baca Juga: IHSG Ditutup Ambruk 1,48% ke 6.405, Top Losers LQ45: DEWA, CUAN, BRPT, Rabu (26/8)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×