kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.910   40,00   0,22%
  • IDX 5.662   -158,96   -2,73%
  • KOMPAS100 731   -21,13   -2,81%
  • LQ45 557   -15,85   -2,77%
  • ISSI 196   -4,87   -2,42%
  • IDX30 317   -8,35   -2,57%
  • IDXHIDIV20 392   -9,38   -2,34%
  • IDX80 83   -2,44   -2,85%
  • IDXV30 106   -1,97   -1,82%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Sterling terseret di hadapan yen


Kamis, 08 Oktober 2015 / 17:52 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sajian data ekonomi Jepang yang negatif tidak lantas menyeret yen takluk di hadapan sterling. Sikap antisipasi pasar terhadap notulensi Mark Carney, Gubernur Bank of England Kamis (8/10) menekan pergerakan GBP/JPY.

Mengutip Bloomberg, Kamis (8/10) pukul 15.55 WIB pasangan GBP/JPY menukik tipis 0,11% ke level 183,63 dibanding hari sebelumnya.

Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures mengatakan pasar sedang bersikap waspada terhadap sterling. Notulensi BOE akan menjadi penentu arah pergerakan sterling ke depannya. Sebabnya, BOE menjadi salah satu bank sentral negara maju yang punya peluang kenaikan suku bunga setelah The Fed.

“Selain memang pasar butuh keyakinan tambahan bahwa ekonomi Inggris positif,” tutur Wahyudi. Karena sajian data ekonomi Inggris beberapa waktu terakhir menunjukkan sulit mengejar target inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan.

Tekanan bagi GBP juga datang dari data ekonomi RICS House Price Balance September 2015 yang turun dari 53% menjadi 44%.

Yen sendiri sebenarnya tidak dalam tampilan yang prima. Sajian data seperti core machinery orders Agustus 2015 merosot signifikan ke level minus 5,7% dari sebelumnya minus 3,6%. sejalan dengan economy watchers sentiment Jepang September 2015 yang turun dari 49,3 menjadi 47,5.

“Tapi sentimen dari keputusan BOJ pertahankan kebijakan moneter yang ada dan data neraca berjalan cukup kuat mendorong yen menguat,” jelas Wahyudi. Neraca berjalan Jepang Agustus 2015 naik dari 1,32 triliun yen menjadi 1,59 triliun yen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×