kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Spekulasi bunga The Fed masih membayangi rupiah


Selasa, 22 September 2015 / 06:37 WIB
Spekulasi bunga The Fed masih membayangi rupiah


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketidakpastian baru terkait kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed kembali menekan rupiah. Di pasar spot Senin (21/9), rupiah versus dollar AS melemah 0,78% ketimbang posisi akhir pekan lalu menjadi 14.486,20.

Kurs tengah rupiah di Bank Indonesia menguat 0,08% ke 14.451. The Fed menunda kenaikan suku bunga di bulan September.

Namun Albertus Christian, Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menyebut spekulasi baru muncul. Pada Minggu (20/9), Presiden The Fed San Fransisco, John Williams bilang tetap akan menaikkan bunga pada FOMC Meeting Oktober atau November mendatang.

“Rupiah melemah karena sentimen ini dan menyebabkan capital outflow di pasar saham dan obligasi,” jelas Christian. Selasa (22/9), ia memprediksi rupiah kembali tertekan di 14.495–14.435. Pasar menanti pidato Presiden The Fed Atlanta, Dennis Lockhart tentang ekonomi AS.

Trian Fathria, Research and Analyst Divisi Treasury PT Bank Negara Indonesia Tbk bilang jika pernyataan Lockhart hawkish, rupiah akan melemah lagi. Maklum dari dalam negeri, masih minim katalis. Prediksinya rupiah bergerak di 14.420–14.490.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×