kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.669   26,20   0,46%
  • KOMPAS100 732   4,13   0,57%
  • LQ45 557   3,79   0,69%
  • ISSI 197   0,36   0,19%
  • IDX30 316   1,45   0,46%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 83   0,39   0,47%
  • IDXV30 106   -0,47   -0,44%
  • IDXQ30 102   0,35   0,34%

SMGR targetkan produksi 750.000 ton slag cement


Rabu, 30 Agustus 2017 / 16:45 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) pasang strategi mempertahankan pangsa pasar. Caranya, emiten pelat merah itu berinovasi dengan meluncurkan produk baru, MAXSTRENGTH Cement.

Semen ini merupakan jenis semen baru di Indonesia. Nama jenisnya slag cement. Semen jenis lebih kokoh dan lentur dibanding semen konvensional. "Target produksinya sekitar 750.000 ton per tahun," ujar Gatot Setyaji, Direktur Utama PT Semen Gresik, Rabu (30/8).

Produksi MAXSTRENGTH Cement menggunakan fasilitas Pabrik Cigading milik Semen Gresik. Sejatinya, pabrik ini memiliki kapasitas produksi 1 juta hingga 2 juta ton per tahun.

Namun, manajemen tidak ingin langsung meningkatkan utilisasi produksi slag cement hingga maksimal. Sebab, itu merupakan produk baru yang masih dalam tahap pengenalan di pasar.

Penjualannya saat ini baru sebatas untuk BUMN Karya. Sehingga, produksi MAXSTRENGTH Cement disesuaikan dengan permintaan.

Meski demikian, Johan Plt Direktur Utama Semen Indonesia, Johan Samudra optimistis, permintaan slag cement di Indonesia bakal terus meningkat. Ia memberikan gambaran, sekitar 60% penggunaan semen di Singapura adalah slag cement.

Jadi, seharusnya permintaan slag cement domestik akan terus bertambah seiring dengan kelebihannya dibanding jenis semen lain. Indonesia juga merupakan negara kepulauan yang juga membutuhkan banyak konstruksi di daerah perairan. "MAXSTRENGTH jadi jawaban atas permintaan semen jenis itu," pungkas Johan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×