kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

SMGR kaji bangun pembangkit listrik di Tonasa


Jumat, 14 November 2014 / 16:51 WIB
ILUSTRASI. Mine dibintangi Lee Bo Young,  salah satu drama Korea makjang terbaik yang menceritakan tentang kehidupan wanita dari keluarga kaya.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) terus berusaha untuk meningkatkan efisiensi. Emiten pelat merah ini pun mengkaji pembangunan pembangkit listrik yang memanfaatkan gas buang atau Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk pabrik Tonasa.

"Ini akan kita survei," ungkap Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan SMGR, kepada KONTAN, Jumat, (14/11).

Ia melihat, memungkinkan bagi pabrik Tonasa untuk menggunakan WHRPG dengan kapasitas sekitar 10 MW sampai 15 MW. Jumlah tersebut tak akan sebesar WHRPG untuk pabrik Tuban yang berkapasitas 30,6 MW.

Sebelumnya, SMGR menggandeng JFE Engineering Jepang membangun WHRPG di pabrik Tuban. Untuk itu, biaya investasinya adalah Rp 638 miliar. Dengan adanya pembangkit listrik tersebut, SMGR mampu menghemat biaya listrik sebesar Rp 120 miliar dalam setahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×