kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sinyal suku bunga rendah the Fed bikin rupiah perkasa


Kamis, 19 Mei 2011 / 10:19 WIB
ILUSTRASI. PT Sarana Jabar Ventura (SJV)


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Sudah dua hari terakhir, pergerakan rupiah menunjukkan penguatan. Kondisi ini terjadi setelah the Federal Reserve memberikan sinyal kalau tingkat suku bunga acuan di AS masih akan tetap rendah.

Pada pukul 08.55, rupiah menguat 0,2% menjadi 8.548 per dollar. Pada 11-12 Mei lalu, rupiah sempat bertengger di posisi 8.522. Ini merupakan level paling perkasa sejak Maret 2004 lalu. Jika dihitung, sepanjang tahun ini, penguatan rupiah sudah mencapai 5%. Hal itu menjadikan rupiah sebagai mata uang kedua dengan performa terbaik di Asia.

"Perbaikan sentimen terhadap aset-aset emerging market turut mendongkrak pamor rupiah. Laporan yang dirilis the Fed mengindikasikan kalau bank sentral AS akan tetap mempertahankan suku bunga rendah," jelas Mika Martumpal, currency analyst PT bank Commonwealth di Jakarta.

Sekadar tambahan informasi, pergerakan rupiah juga seiring dengan melesatnya pasar saham dan obligasi Indonesia. Investor asing saat ini meningkatkan kepemilikannya atas surat utang negara sebesar 1,5% dari akhir April lalu menjadi Rp 224,69 triliun atau US$ 26,3 miliar per 16 Mei lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×