kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Sinyal positif di Eropa bikin Wall Street rebound


Jumat, 25 Mei 2012 / 06:27 WIB
ILUSTRASI. Ibunda Cristiano Ronaldo minta sang anak kembali ke Sporting Lisbon. REUTERS/Jennifer Lorenzini TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

NEW YORK. Kabar positif yang datang dari benua Eropa memacu pasar saham AS lebih bersemangat, kemarin. Tak heran, dua bursa utama Wall Street berhasil berbalik arah dan menutup transaksi di teritori hijau.

Indeks Standard & Poor's 500 menguat 0,1% ke level 1.320,68 pada pukul 4 sore di New York. Padahal, indeks acuan saham AS ini sempat tumbang 0,6% di awal perdagangan. Kemudian, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,3% ke posisi 12.529,75. Namun, indeks bursa saham teknologi, Nasdaq masih tergelincir 0,4% ke level 2.839,38.

Pasar terlihat lebih optimis, setelah Perdana Menteri Italia Mario Monti menyebutkan, Yunani kemungkinan akan tetap berada di euro, dan mayoritas pemimpin di kawasan itu mendukung penerbitan obligasi bersama. "Eropa bisa segera menerbitkan obligasi kolektif. Italia akan membantu mendorong Jerman untuk mendukung ide tersebut," ujarnya, kemarin.

Nah, sinyal positif dari Uni Eropa itu mampu mengimbangi kekhawatiran yang muncul sebelumnya soal perlambatan ekonomi Cina. Tiga pejabat pemerintah menyebutkan, bank terbesar di negara itu mungkin menurunkan target pinjaman untuk pertama kali dalam tujuh tahun terakhir, di tengah perlambatan ekonomi.

Dan veru, kepala investasi dari Palisade Capital Management LLC menilai, pasar sudah turun, namun belum tentu itu terjadi karena pertumbuhan yang melambat signifikan. Melainkan karena potensi kekacauan di euro. "Yunani tidak akan keluar dari euro. Tidak ada mekanisme untuk melakukan itu," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×