kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Simak rekomendasi analis untuk saham emiten logam dan mineral


Minggu, 20 Oktober 2019 / 21:13 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah karyawan mengamati layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/10/2019).


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas juga menilai untuk emiten yang memproduksi komoditas nikel masih memiliki harapan untuk mencetak kinerja lebih baik.

"Karena memang harga nikel dalam tren kenaikan dan memang stok global dalam penurunan. Ini menjadi sentimen positif," tuturnya, Minggu (20/10).

Baca Juga: Seloroh PM Singapura ketika bertemu Jokowi di Istana Merdeka

Meski dari komoditas timah masih mengalami penurunan harga, ia menuturkan untuk jangka waktu pendek saat ini tengah menguat. "Masih lebih baik wait and see, melihat permintaan timah ke depannya dan pergerakan komoditasnya seperti apa," paparnya.

Sukarno merekomendasikan investor untuk buy saham TINS untuk jangka pendek. Sementara Chris merekomendasikan investor untuk beli saham INCO dengan target harga Rp 4.000 per saham hingga akhir tahun, ia juga menargetkan harga ANTM Rp 1.300 per saham, DKFT dengan target harga Rp 250 per saham, dan TINS dengan target harga Rp 1.000 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×