kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Simak rekomendasi analis untuk saham emiten baja berikut ini


Senin, 21 Januari 2019 / 20:12 WIB


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pembatasan impor baja yang dirilis pemerintah dinilai bakal berefek positif pada saham-saham emiten baja. 

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, kebijakan pembatasan impor bajabisa menjadi sentimen positif bagi kinerja dan pergerakan saham-saham emiten baja ke depannya. "Asalkan penerapannya optimal dan terus berkesinambungan," tuturnya kepada kontan.co.id, Senin (21/1).

Di sisi lain, Nafan melihat kinerja emiten-emiten tersebut masih membukukan kerugian dan hal ini yang menjadi salah satu pertimbangan para pelaku pasar untuk melirik saham-sahamnya. "Kebijakan pemerintah bisa jadi sentimen yang bagus, tapi kebanyakan investor pasti memilih wait and see sembari melihat efek dan hasil dari penerapan pembatasan impor baja atas kinerja emiten-emiten terkait," lanjut dia.

Nafan merekomendasikan untuk hold saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan target harga untuk jangka panjang di level Rp 755 per saham. "Alasannya target harga KRAS pada level Rp 450 sudah tercapai. Selain itu, shamnya cukup likuid dan boleh untuk investasi jangka panjang," paparnya. 

Pada penutupan perdagangan hari ini saham KRAS naik 1,33% ke level Rp 458 per saham.

Sementara untuk saham PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), ia juga merekomendasikan untuk hold dengan target harga di jangka panjang Rp 147 per saham. Pada penutupan perdagangan hari ini saham ISSP turun 2,15% ke level Rp 91 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×