kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Proyeksi Kinerja Emiten Jalan Tol Usai Lebaran 2024


Minggu, 14 April 2024 / 16:19 WIB
Simak Proyeksi Kinerja Emiten Jalan Tol Usai Lebaran 2024
ILUSTRASI. Kinerja emiten jalan tol diperkirakan masih berpotensi tumbuh usai periode Lebaran 2024.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja emiten jalan tol diperkirakan masih berpotensi tumbuh usai periode Lebaran 2024.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memprediksi sebanyak 1,86 juta kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-7 hingga H+2 Hari Raya Idul Fitri 2024 yang jatuh pada periode 3-11 April 2024. Total volume lalu lintas (lalin) yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 54,13% jika dibandingkan lalin normal pada periode yang sama. Jika dibandingkan dengan periode Hari Raya Idul Fitri 2023, total volume lalin ini meningkat 5,94%.

Sementara, jumlah kendaraan yang akan kembali ke Jabotabek pada H1 hingga H+7 (10 - 18 April 2024) diprediksi akan mencapai 1,87 juta kendaraan. Angka ini naik 1,4% dibandingkan dengan lalin saat Lebaran 2023, yaitu 1,84 juta kendaraan. Ini juga naik 56,2% terhadap lalin normal yang sebanyak 1,2 juta kendaraan.

Baca Juga: Pendapatan Naik pada Tahun 2023, Begini Rekomendasi Saham Emiten Jalan Tol

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) memprediksi ada kecenderungan penurunan arus lalu lintas harian rata-rata (LHR) di ruas tol milik mereka selama periode Lebaran 2024. Jalan tol yang dimaksud adalah Jalan Tol Makassar dan Jalan Tol BSD (Pondok Aren-Serpong). Kedua jalan tol ini merupakan jalan tol urban.

Di Jalan Tol Makassar, diprediksi akan terjadi penurunan lalu lintas harian rata-rata (LHR) sekitar 7% dari hari biasa. Sementara, untuk Jalan Tol BSD, pada H-7 dan H+7 untuk arus mudik dan arus balik lebaran diperkirakan akan terjadi penurunan tren traffic sekitar 23% dari LHR hari biasa.

PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) memproyeksikan akan mengalami penurunan lalin sebesar 8% pada periode Lebaran 2024. Hal ini dikarenakan tol yang dikelola CMNP bukanlah jalan yang dilalui oleh pemudik. Penurunan lalin tersebut telah diprediksi serta telah masuk dalam proyeksi di 2024.

Baca Juga: Ini Penyebab Nusantara Infrastructure (META) Merugi Ratusan Miliar pada Tahun Lalu

Technical Analyst Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora melihat, momentum mudik lebaran akan meningkatkan kinerja beberapa emiten jalan tol akibat adanya kenaikan volume kendaraan yang melintas.

“Namun, emiten jalan tol tidak akan terlalu banyak terpengaruh negatif oleh diskon jalan tol. Sebab, kinerjanya sudah naik akibat adanya peningkatan volume kendaraan,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (5/4).

Di tahun 2024, kinerja emiten jalan tol akan membaik apabila suku bunga acuan turun. Penurunan suku bunga akan membuat beban bunga emiten turun, sehingga laba bersih perusahaan bisa meningkat.

Andhika merekomendasikan beli untuk JSMR dengan target harga Rp 6.000 per saham.

Baca Juga: Tiga Ruas Tol di Regional Nusantara Capai Kenaikan Volume Lalin Lebih dari 100%

Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas melihat, sentimen Lebaran 2024 akan berdampak positif ke kinerja emiten jalan tol. Menurut Sukarno, diskon tarif tol yang diberikan pemerintah dapat membantu meningkatkan volume kendaraan.

“Namun, dampak diskon tarif tol ini terhadap kinerja emiten jalan tol diprediksi tidak signifikan,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (5/4).

Di sisi lain, meskipun tidak dilalui pemudik, tetapi aset urban toll road yang dimiliki para emiten masih akan mencatatkan peningkatan kinerja.

“Kinerja emiten jalan tol dengan aset di urban toll road diprediksi tetap akan mengalami peningkatan selama mudik Lebaran, meskipun tidak setinggi emiten dengan aset di jalan tol antardaerah,” paparnya.

Baca Juga: Pengguna LRT Melonjak Selama Libur Lebaran

Seusai Lebaran 2024, Sukarno melihat, kinerja emiten jalan tol masih akan bagus meskipun tidak setinggi di selama periode mudik.

“Sentimen penggerak adalah peningkatan volume kendaraan, pemulihan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur jalan tol baru,” tuturnya.

Sukarno merekomendasikan hold untuk JSMR dan CMNP dengan target harga masing-masing Rp 5.800 per saham dan Rp 1.770 per saham.

“Secara valuasi, keduanya diperdagangkan pada price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang relatif murah,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×