kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Simak Proyeksi dan Sentimen untuk Pergerakan Rupiah pada Hari Ini (24/10)


Selasa, 24 Oktober 2023 / 07:55 WIB
Simak Proyeksi dan Sentimen untuk Pergerakan Rupiah pada Hari Ini (24/10)
ILUSTRASI. rupiah diproyeksi melemah pada perdagangan hari ini (24/10)


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berpotensi lanjut melemah pada perdagangan hari ini (24/10). Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana mengatakan, sentimen domestik dan eksternal bakal memengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Dari dalam negeri, sentimennya berasal dari tren rupiah yang terdepresiasi sejak kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia sebesar 25 basis points (bps) menjadi 6%.

"Sementara dari eksternal berupa berlanjutnya sentimen risk-off di pasar global yang ditandai dengan kenaikan  indeks dolar AS dan yield US Treasury," kata Fikri saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (23/10). 

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menambahkan, investor saat ini menantikan laporan produk domestik bruto (PDB) AS untuk kuartal ketiga 2023 dan angka pengeluaran konsumsi pribadi terbaru minggu ini. Data tersebut diperlukan untuk melihat prospek lebih lanjut terkait kebijakan The Fed. 

Baca Juga: Turun 4 Hari Beruntun, Rupiah Sentuh Rekor Pelemahan Terdalam Rp 15.934

Sebelumnya, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan pengaturan moneter saat ini belum terlalu ketat. "Namun, pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga stabil pada pertemuan FOMC Oktober 2023 minggu depan," ucap Sutopo. 

Fikri memprediksi, rupiah berpotensi melemah dengan kisaran Rp 15.871-Rp 16.071 per dolar AS pada Selasa (24/10). Sementara Sutopo memperkirakan, rupiah akan menyasar Rp 16.000 sebagai angka psikologis, dengan rentang pergerakan di Rp 15.900-Rp 16.000 per dolar AS. 

Sebagai informasi, berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,38% ke level Rp 15.934 per dolar AS pada perdagangan Senin (23/10). Menurut kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, nilai tukar rupiah berada di angka Rp 15.943 melemah dari Rp 15.856 pada hari perdagangan sebelumnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×