kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Simak prospek dan rekomendasi saham sektor teknologi


Minggu, 26 September 2021 / 20:14 WIB
ILUSTRASI. Simak prospek dan rekomendasi saham sektor teknologi


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyeragamkan metode penghitungan indeks saham berdasarkan jumlah saham publik yang beredar atau free float secara bertahap.

Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menuturkan, tujuan penerapan perhitungan indeks yang baru ini agar memberikan situasi dan kondisi gambaran pasar sesungguhnya.

Di lain sisi, Nico menyebut hal itu dapat mendorong perusahaan untuk menambah porsi saham free float di pasar. “Dengan adanya pembobotan berdasar freefloat memang akan menyulitkan untuk jangka pendek untuk saham-saham teknologi, karena akan adanya penyesuaian,” ujarnya, Minggu (26/9).

Akan tetapi, Nico melihat, secara jangka menengah hingga panjang saham sektor teknologi akan menghirup angin segar dari kehadiran Bukalapak dan GoTo yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: Menakar efek penerapan metode free float ke saham sektor teknologi

Ia memperkirakan saham sektor teknologi akan mengalami kenaikan yang signifikan apabila keduanya sudah resmi tercatat di BEI. “Ini juga positif bagi IHSG. Apabila Bukalapak dan GoTo khususnya sudah melantai, ada kemungkinan bobot sektor teknologi akan bertambah hingga 16.7%,” tambah Nico.

Belum lagi, ada beberapa perusahaan unicorn lainnya yang juga santer dikabarkan siap melantai di bursa dan berpotensi untuk terus mendorong bobot sektor teknologi terhadap IHSG.

Nico belum dapat memastikan sejauh mana efektivitas penerapan pembobotan baru ini dalam mengurangi pengaruh saham likuiditas kecil terhadap kinerja indeks secara keseluruhan.

Baca Juga: Wall Street gagal reli, krisis Evergrande terus membayangi dan jatuhnya saham Nike




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×