kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Simak Prediksi Rupiah di Perdagangan Senin (3/4)


Minggu, 02 April 2023 / 14:48 WIB
Simak Prediksi Rupiah di Perdagangan Senin (3/4)
ILUSTRASI. Proyeksi pergerakan rupiah di awal pekan ini (3/4)


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berpotensi menguat di perdagangan Senin (3/4). Rupiah menanti rilis data inflasi konsumen Indonesia yang diperkirakan lebih rendah.

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin mencermati ujian berat pagi rupiah di awal pekan yakni menanti adanya laporan inflasi konsumen Indonesia untuk bulan Maret 2023. Inflasi konsumen Indonesia tercatat sebesar 5,47% di Februari 2023.

“Bila inflasi turun maka ruang penguatan rupiah bisa berlanjut,” ucap Nanang kepada Kontan.co.id, Jumat (31/3).

Pergerakan rupiah di hari Senin akan kembali diuji oleh hasil penutupan perdagangan AS di akhir pekan ini. Pada Jumat (31/3), inflasi Price Consumption Expenditure (PCE) inti Amerika Serikat (AS) terpantau naik 0,6% di bulan Februari 2023 secara Month on Month (MoM). Ini juga melebihi perkiraan pasar sebesar 0,4%.

Menurut Nanang, prospek penguatan dolar terbuka pasca tekanan dalam sepekan terakhir. Terlebih, fokus pada awal pekan ini adalah data ketenagakerjaan AS, sebagai bagian dari antisipasi.

Baca Juga: Melemah Pada Akhir Pekan, Simak Proyeksi Pergerakan IHSG untuk Senin (3/4)

Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong turut melihat rupiah bisa terkontraksi di awal pekan karena investor juga akan menghadapi beberapa data ekonomi penting dari AS seperti Non Farm Payroll (NFP) yang diperkirakan akan kembali menunjukkan angka-angka yang kuat. Kondisi tersebut bisa menekan rupiah.

Namun, pergerakan rupiah di hari Senin kemungkinan besar masih berpotensi menguat dengan mengantisipasi data inflasi Indonesia yang lebih rendah dan cadangan devisa yang naik. Dolar AS terpantau sudah mulai oversold dan rupiah mendekati overbought, serta berpotensi tertahan oleh aksi profit taking.

“Rupiah masih berpotensi menguat walau terbatas,” ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Jumat (31/3).

Lukman memprediksi nilai tukar rupiah bakal berada di rentang Rp 14.900 per dolar AS – Rp 15.100 per dolar AS di hari Senin (3/4).

Sementara, Nanang memproyeksikan rentang rupiah berada di bawah Rp 14.990 per dolar AS. Kemudian terdapat ruang penguatan lanjutan ke area Rp 14.945 per dolar AS dan Rp 14.900 per dolar AS.

Pada Jumat (31/3), kurs rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 14.995 per dolar AS, atau menguat 0,34% dari sehari sebelumnya. Dalam sepekan, rupiah spot naik 3,33%.

Sementara rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) berada di level Rp 14.977 per dolar AS, naik 0,56% dari sehari sebelumnya. Dalam sepekan, rupiah Jisdor menguat 1,39%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×