Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Uji Agung Santosa
JAKARTA. PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) berencana meningkatkan ekspornya tahun depan. Untuk itu produsen kosmetik ini akan akan menambah negara tujuan ekspor.
Associate Director Marketing & Corporate Development MRAT Dwi Putri Yanthi menjelaskan, pihaknya melihat ada beberapa negara yang bisa kami masuki untuk ekspor. Dalam paparan publiknya, Yanthi bilang, saat ini ekspor mengantungi sekitar 7% dari total penjualan. "Tahun depan porsi ekspor ingin digenjot menjadi sekitar 11%," katanya, Rabu (12/11).
Dia mengatakan, baru-baru ini perusahaan masuk ke lima negara baru ekspor yaitu Jerman, Togo, Burkina Faso, Benin dan Ghana. "Togo itu seperti Singapuranya Afrika, itu negara pelabuhan. Jadi saat kami bisa ekspor ke Togo, ternyata bisa langsung tersebar ke negara-negara sebelahnya," ujar Yanthi.
Selain itu dengan tembusnya ekspor ke Jerman yang punya standar khusus barang kesehatan dan herbal, memudahkan perusahaan untuk bisa menyebarkan ekspor ke negara Eropa lainnya.
Untuk diketahui, saat ini MRAT mengekspor ke 22 negara. Sebesar 60% ekspor ke negara Asia Tenggara seperti Malaysia dan Brunei. Sisanya ke negara Timur Tengah dan Afrika. Adapun merek perusahaan yang berhasil tembus ekspor adalah Mustika Ratu dan Mustika Puteri.
Yanthi mengatakan langkah peningkatkan ekspor bukan semata memanfaatkan peningkatan kurs dollar. "Oh tidak. Memang kami sudah lama merencanakan untuk ekspansi keluar negeri. Kami ingin lebih memperkenalkan produk Indonesia ke luar."
Tahun depan perusahaan membidik pertumbuhan penjualan 40% dari target 2014. Adapun pada 2014, target pendapatan adalah sebesar Rp 485 miliar.
National Sales Manager MRAT Mujiono mengatakan, strategi perusahaan mencapai target pendapatan itu salah satunya dengaan meningkatkan ekspor. "Selain genjot ekspor, kami perluas jaringan dan memaksimalkan outlet kami yang sudah ada. Misalkan di outlet itu dijual 8 produk, tahun depan jadi 20," ujar Yanthi.
Target tersebut terbilang agresif, sama seperti target tahun ini. Pasalnya sampai dengan sembilan bulan pertama, penjualan bersih perusahaan sebesar Rp 293,84 miliar. Raihan tersebut masih jauh dari target tahun ini yang sebesar Rp 485 miliar. "Pada awal tahun kami melakukan pergantian staf distribusi yang kami nilai kurang perform. Jadi butuh waktu untuk bisa optimal. Tapi siklus penjualan barang retail termasuk kosmetik di akhir tahun selalu meningkat, kami berharap bisa kejar dari kuartal keempat itu," ujar Yanthi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News