kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Setelah turun dalam, kini, emas alami fluktuasi


Kamis, 11 April 2013 / 11:15 WIB
ILUSTRASI. Karyawan melintas di depan papan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Harga kontrak emas mengalami fluktuasi mendekati level terendah dalam sepekan terakhir pada transaksi hari ini (11/4). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 11.51 waktu Singapura, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat naik 0,1% menjadi US$ 1.560,75 per troy ounce. Pada transaksi sebelumnya, kontrak yang sama menurun 0,3% menjadi US$ 1.553,65 per troy ounce, yang merupakan level terendah sejak 5 April lalu.

Kemarin, harga emas jatuh 1,7%, yang merupakan penurunan terbesar sejak 20 Februari lalu.

Harga kontrak emas untuk pengantaran Juni tak banyak mencatatkan perubahan di posisi US$ 1.560,30 per troy ounce di Comex, New York setelah ditutup turun 1,8% kemarin.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan harga emas berfluktuasi. Salah satunya, harga emas yang terbilang murah menyebabkan investor kembali memburu emas. Di sisi lain, sejumlah investor memilih untuk mengurangi kepemilikan emas mereka seiring spekulasi bahwa the Federal Reserve akan menghentikan program stimulus.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dalam hasil rekapan pertemuan the Federal Reserve bulan Maret lalu diketahui, sejumlah anggota the Fed menyarankan agar program pembelian obligasi dihentikan secara bertahap pada tahun ini. Sementara, kepemilikan emas investor pada SPDR Gold Trust yang kemarin mencatatkan penurunan menjadi 1.183,53 metrik ton, level terendah sejak Mei 2010 lalu.

"Sentimen negatif terhadap emas terus berlanjut. Data terakhir dari SPDR Gold Trust menunjukkan kepemilikan emas semakin menurun," jelas Mark Pervan, analis Australia & New Zealand Banking Group Ltd. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×