kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.850   41,00   0,24%
  • IDX 8.102   -133,10   -1,62%
  • KOMPAS100 1.139   -17,80   -1,54%
  • LQ45 822   -12,06   -1,45%
  • ISSI 289   -4,02   -1,37%
  • IDX30 434   -6,26   -1,42%
  • IDXHIDIV20 522   -4,88   -0,93%
  • IDX80 127   -1,58   -1,23%
  • IDXV30 142   -0,75   -0,53%
  • IDXQ30 139   -2,05   -1,45%

Serangan AS ke Iran Picu Aksi Risk-Off, Cermati Efeknya & Saham Rekomendasi Analis


Senin, 02 Maret 2026 / 09:07 WIB
Serangan AS ke Iran Picu Aksi Risk-Off, Cermati Efeknya & Saham Rekomendasi Analis


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA, Amerika Serikat (AS) dan Israel telah melancarkan serangan terkoordinasi terhadap sejumlah target strategis di Teheran, Ibu Kota Iran.

Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran sejumlah pejabat militer top, sementara Teheran menyatakan akan memberikan respons keras terhadap kepentingan AS dan sekutunya di kawasan. 

Eskalasi ini terjadi setelah negosiasi terkait pembaruan perjanjian nuklir mengalami kebuntuan dan menandai memburuknya stabilitas geopolitik di kawasan Timur Tengah seperti Dubai, Manama dan Doha.

Baca Juga: Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Pilihan untuk Pekan Ini

Yang paling krusial, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran global strategis yang mencakup sekitar 20% dari total transportasi minyak dunia, sehingga secara signifikan meningkatkan risiko gangguan pasokan. 

Tim riset OCBC Sekuritas mengatakan bahwa pasar energi langsung bereaksi, dengan harga minyak mentah melonjak akibat kekhawatiran terganggunya pasokan, kenaikan premi asuransi risiko perang, serta perpanjangan rute pengiriman.

Permintaan aset safe haven juga menguat, mendorong harga emas naik seiring investor menilai ulang risiko geopolitik.

Konflik di Timur Tengah ini diperkirakan memicu sentimen risk-off di pasar global, dengan dampak yang bisa bersifat dua arah terhadap pergerakan pasar keuangan.

Baca Juga: Perang Iran-AS Pecah, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini dari Kiwoom Sekuritas (2/3)

Pertama, guncangan harga minyak meningkatkan risiko inflasi global dan volatilitas, yang berpotensi memicu rotasi risk-off, khususnya di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. 

"Dengan demikian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi jangka pendek akibat tekanan arus keluar dana dan volatilitas dolar AS terhadap rupiah," tulis tim analis OCBC sekuritas dalam risetnya, Senin (2/3/2026). 




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×