Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Kedua, pergerakan saham sektoral diperkirakan akan beragam. Saham-saham di sektor energi, pelayaran, serta emiten berbasis emas berpotensi mencatat kinerja lebih baik seiring lonjakan harga komoditas dan kenaikan tarif angkutan.
Sebaliknya, sektor lainnya berisiko mengalami tekanan dan tertinggal.
Dari sisi komoditas, harga minyak dan gas diproyeksikan tetap terjaga selama risiko gangguan pasokan masih membayangi, sementara emas diperkirakan tetap solid.
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak di Awal Pekan, Imbas Memanasnya Konflik Iran
"Di tengah volatilitas pasar yang tinggi, kondisi ini dapat menjadi momentum untuk mengakumulasi saham dengan fundamental solid seperti BBCA, BBRI, BMRI, AMRT, ICBP serta saham berbasis emas termasuk ANTM, ARCI, MDKA, dan EMAS," ujarnya.
Selain itu, OCBC Sekuritas juga melihat peluang taktis di sektor energi seperti MEDC, ENRG dan RAJA, serta emiten pelayaran seperti BULL dan SOCI, yang didukung momentum kenaikan harga energi.
Adapun, OCBC juga merekomendasikan saham unggas berorientasi domestik seperti CPIN dan JPFA, serta pertambangan logam seperti INCO, MBMA dan TINS mengingat risiko pengetatan pasokan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













