kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Rupiah Menguat ke Rp 17.805 per Dolar AS, Ditopang Sentimen DHE dan Harga Minyak


Senin, 01 Juni 2026 / 16:46 WIB
Rupiah Menguat ke Rp 17.805 per Dolar AS, Ditopang Sentimen DHE dan Harga Minyak
ILUSTRASI. Penguatan rupiah kali ini lebih didorong oleh faktor teknikal setelah sebelumnya mengalami tekanan yang cukup besar. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan awal pekan ini. Melansir Bloomberg, rupiah spot ditutup pada level Rp 17.805 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (1/6/2026), menguat 0,43% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 17.881 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah kali ini lebih didorong oleh faktor teknikal setelah sebelumnya mengalami tekanan yang cukup besar.

"Tidak ada sentimen khusus. Memang rupiah cenderung sudah oversold," ujar Lukman kepada Kontan, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: IHSG Masih Terpuruk pada Mei 2026, Ini Sektor yang Masih Menarik Dilirik Investor

Selain faktor itu, pelaku pasar juga masih bersikap wait and see terhadap perkembangan negosiasi gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. 

Ketidakpastian mengenai kelanjutan konflik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama investor global.

Menurut Lukman, mulai turunnya harga minyak mentah dunia juga turut memberikan sentimen positif bagi rupiah. Penurunan harga minyak berpotensi mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan dan kebutuhan impor energi Indonesia.

Dari dalam negeri, implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) dan ekspor satu pintu yang mulai berlaku secara bertahap sejak 1 Juni 2026 juga dinilai menjadi faktor pendukung bagi pergerakan rupiah.

Diketahui sejumlah ketentuan baru itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 21/2026 tentang Perubahan Ketiga Atas PP No. 36/2023 tentang Devisa Hasil Ekspor Dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, Dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam. 

"Dimulainya penerapan kebijakan DHE dan ekspor satu pintu seharusnya merupakan hal yang positif bagi rupiah," katanya.

Untuk perdagangan Selasa (2/6), Lukman memperkirakan fokus pasar akan tertuju pada sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis, terutama data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Tertekan pada Mei 2026, Franc Swiss&Dolar Australia Jadi Pilihan Diversifikasi

Dengan demikian, pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas. Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.750 hingga Rp 17.850 per dolar AS pada perdagangan Selasa (2/6/2026). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×