CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Sepanjang pekan lalu saham Buyung Poetra Sembada (HOKI) melesat, ini kata analis


Minggu, 16 Februari 2020 / 17:37 WIB
ILUSTRASI. PT Buyung Poetra Sembada Tbk Beras cap Topi Koki


Reporter: Kenia Intan | Editor: Anna Suci Perwitasari

Seiring dengan penambahan kapasitas produksi, HOKI akan menyasar pangsa pasar baru yang belum terjamah sebelumnya. Misalnya, wilayah-wilayah di luar Pulau Jawa dan pasar-pasar tradisional. 

Untuk saat ini, Sukarno merekomendasikan hold saham HOKI dengan target harga Rp 1.015. Strategi selanjutnya, jika harga saham HOKI mampu break out Rp  1.015 ada potensi saham melanjutkan penguatan lagi dengan target harga Rp 1.100. 

"Jika harga kembali turun bisa tunggu di level Rp 910 sebagai area support nya atau beli," imbuh Sukarno. Menurutnya, valuasi saham HOKI saat ini tergolong sedikit di bawah harga wajarnya atau masih tergolong diskon.

Baca Juga: Pabrik Beras Anyar HOKI Rampung Tahun Depan

Tidak jauh berbeda, Analis Panin Sekuritas William Hartanto bilang saham-saham barang konsumer mayoritas memang lebih defensif di saat downtrend. Kondisi ini menjadikannya alternatif pilihan saham untuk trading jangka menengah dan panjang. 

"Buy dengan target Rp 1.000 hingga Rp 1200 untuk menengah hingga panjang," kata William ketika dihubungi Kontan.co.id, Minggu (16/2). 

Ia menambahkan, rencana ekspansi HOKI yang diperkirakan menelan capital expenditure (capex) hingga Rp 70 mililar itu memang bisa mennjadi katalis positif bagi saham HOKI. 

Akan tetapi, William menyarankan untuk lebih memperhatikan kondisi pasarnya saja, selama saham masih ramai diperdagangkan maka potensi penguatan masih akan berlanjut. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×