kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.985   -35,00   -0,19%
  • IDX 5.986   70,43   1,19%
  • KOMPAS100 782   11,35   1,47%
  • LQ45 595   10,44   1,79%
  • ISSI 206   0,99   0,48%
  • IDX30 337   5,69   1,72%
  • IDXHIDIV20 416   7,36   1,80%
  • IDX80 89   1,44   1,65%
  • IDXV30 113   2,29   2,08%
  • IDXQ30 108   1,76   1,65%

Sepanjang 2019, ada 51 emiten IPO dengan nilai emisi lebih dari Rp 13 triliun


Selasa, 17 Desember 2019 / 15:37 WIB
ILUSTRASI. Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna bersama manajemen PT Palma Serasih Tbk (SPGO) melakukan pencatatan saham perdana atau intial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/11).


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

Sementara itu, Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna mengatakan, masih ada 33 perusahaan dalam pipeline IPO dengan rata-rata nilai emisi Rp 250 miliar.

"Kemungkinan ada tiga sampai empat perusahaan yang akan tercatat di sisa 2019 ini. Jadi, punya tabungan untuk kami proses pada tahun 2020," ucap dia.

Baca Juga: Akan IPO, Galva Technologies tawarkan harga Rp 225 per saham

Menurut Nyoman, perbedaan antara data OJK dan BEI dalam hal pipeline IPO disebabkan penyampaiannya yang bisa paralel ke kedua lembaga tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×