kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Sentimen Risk-On Dorong Rupiah Menguat, Ini Proyeksi Pekan Depan


Sabtu, 24 Januari 2026 / 13:25 WIB
Sentimen Risk-On Dorong Rupiah Menguat, Ini Proyeksi Pekan Depan
ILUSTRASI. Rupiah menguat 0,45% akhir pekan ini, lepas dari rekor terlemah. Cari tahu mengapa sentimen global dan BI jadi penyelamat


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini. ​

Jumat (23/1/2026), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 76 atau 0,45% menjadi Rp 16.820 per dolar Amerika Serikat (AS).

Penguatan rupiah hari ini menyebabkan rupiah mampu menguat 0,40% sepekan dari posisi Rp 16.887 per dolar AS pada Jumat (15/1). 

Padahal, pekan ini rupiah sempat menyentuh penutupan paling lemah sepanjang masa di Rp 16.956 per dolar AS pada Rabu (21/1).

Baca Juga: AMAG Gelar Buyback Tanpa RUPS, Siapkan Anggaran Rp 90,15 Miliar

Kurs rupiah Jisdor juga menguat tajam Rp 64 atau 0,38% menjadi Rp 16.838 per dolar AS. Dalam sepekan, kurs rupiah Jisdor menguat 0,25%.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai, penguatan rupiah didorong oleh membaiknya sentimen global setelah rencana tarif AS terkait Greenland dibatalkan. 

"Perkembangan tersebut mendorong kembalinya sentimen risk-on di pasar keuangan global, yang tercermin dari penguatan mayoritas mata uang Asia," ujar Josua kepada Kontan, Jumat (23/1/2026).

Sepanjang pekan ini, pergerakan rupiah terbilang volatil. Di awal pekan, rupiah sempat tertekan hingga menyentuh level Rp 16.950 per dolar AS, terlemah sepanjang sejarah. 

Tekanan tersebut dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap isu independensi Bank Indonesia serta potensi pelebaran defisit APBN, di tengah sentimen risk-off akibat ancaman tarif AS terhadap Uni Eropa.

Baca Juga: Cuma Dapat Kuota Nikel 30%, Cek Rekomendasi Saham Vale Indonesia (INCO)

Namun, sentimen pasar berangsur membaik setelah BI menahan suku bunga acuannya dan menegaskan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar. 

Untuk pekan depan, Josua memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan sideways menjelang pengumuman hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

Josua memproyeksi rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp 16.775 - Rp 16.925 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×