kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.789   55,00   0,31%
  • IDX 6.221   -34,23   -0,55%
  • KOMPAS100 825   -6,05   -0,73%
  • LQ45 625   0,55   0,09%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,75   0,21%
  • IDXHIDIV20 436   1,25   0,29%
  • IDX80 94   -0,15   -0,16%
  • IDXV30 116   -0,32   -0,28%
  • IDXQ30 114   0,59   0,52%

Sentimen krisis Eropa picu rupiah keok 1,1% sore ini


Senin, 16 Januari 2012 / 16:43 WIB
ILUSTRASI. Karyawan memotret layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/1/2021). Saham-saham yang banyak diobral asing saat IHSG kembali turun, Selasa (2/2).


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Sentimen krisis utang Eropa masih menjadi faktor utama penggerus otot rupiah. Hingga sore ini, mata uang Garuda keok 1,1% ke level Rp 9.185 per dollar AS pada pukul 15.15 di Jakarta. Pada perdagangan pagi, rupiah bahkan sempat menyentuh Rp 9.218 per dollar AS.

Rupiah lunglai karena investor cemas krisis Eropa akan memperlambat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Akibatnya, mayoritas mata uang Asia lunglai terhadap dollar AS. Ini tercermin dari indeks JPMorgan Asia Dollar yang tumbang untuk hari kedua.

Kecemasan terhadap krisis mencuat setelah Standard & Poor's memangkas peringkat utang Prancis dan beberapa negara Eropa lainnya, pada akhir pekan lalu.

"Risk aversion (keengganan mengambil risiko) meningkat di pasar pasca downgrade terjadi. Isu global masih menjadi faktor yang menekan market secara keseluruhan," ujar Saktiandi Supaat, Kepala riset valas di Malayan Banking Bhd., di Singapore.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×