kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Sentimen inflasi rendah


Jumat, 25 Oktober 2013 / 06:23 WIB
ILUSTRASI. Warga memilih barang belanjaan melalui situs belanja daring di Jakarta, Minggu (6/2/2022). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.


Reporter: Febrina Ratna Iskana, Febrina Ratna Iskana | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Penguatan rupiah berhenti. Kemarin, rupiah melemah lagi.

Di pasar spot, pairing USD/IDR, Kamis (24/10), naik 2,27% ke 11.150 ketimbang hari sebelumnya. Pun begitu dengan kurs tengah Bank Indonesia, dollar AS naik 0,08% ke posisi 11.268.

Ariston Tjendra, analis Monex Investindo Futures mengatakan, sebetulnya tekanan rupiah sudah mulai mereda sehingga belakangan kurs rupiah bergerak menguat.

Di sisi lain, dollar AS tengah tertekan lantaran rilis data ketenagakerjaan Negeri Paman Sam yang di bawah ekspektasi pasar. Ini menimbulkan spekulasi, pengurangan program stimulus AS belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Toh, rupiah tak sanggup menguat.

Padahal, Ariston melihat, kondisi ekonomi domestik masih cukup positif, tecermin pada neraca perdagangan Indonesia yang kembali surplus.

David Sumual, ekonom BCA, menambahkan, inflasi bulan Oktober 2013 yang diprediksi masih rendah bisa menjadi energi positif bagi rupiah. "Banyak orang yang akan masuk ke pasar obligasi, sehingga rupiah akan menguat," ujar dia.

Hari ini Ariston memproyeksikan, USD/IDR di 10.800-11.300. Sedangkan, David menebak, USD/IDR di 10.800-11.200.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×