kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Proyeksi Rupiah Jumat (28/8): Pasar Cermati The Fed dan Geopolitik Timur Tengah


Kamis, 27 Agustus 2026 / 18:45 WIB
Proyeksi Rupiah Jumat (28/8): Pasar Cermati The Fed dan Geopolitik Timur Tengah
ILUSTRASI. Pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat (28/8/2026) diperkirakan masih berada dalam rentang terbatas (AFP/YASUYOSHI CHIBA)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan rupiah pada perdagangan Jumat (28/8/2026) diperkirakan masih berada dalam rentang terbatas. Pasar akan mencermati perkembangan sentimen global, terutama dinamika geopolitik di Timur Tengah dan sinyal kebijakan moneter Amerika Serikat (AS).

Melansir data Bloomberg, rupiah spot ditutup di level Rp 17.744 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (27/8/2026). Posisi tersebut melemah 0,11% dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya di Rp 17.725 per dolar AS.

Pelemahan juga terjadi pada rupiah berdasarkan kurs JISDOR. Rupiah JISDOR ditutup melemah 0,25% secara harian ke level Rp 17.762 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan dari sisi domestik, pasar merespons positif aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 yang berlangsung tertib dan damai.

Menurutnya, sejumlah anggota DPR menemui langsung massa aksi untuk mendengarkan aspirasi. Massa dari sejumlah kelompok antara lain mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Baca Juga: Harga Emas Antam Terkoreksi, Lukman Leong: Prospek Masih Positif hingga Akhir 2026

"Setelah aspirasi diterima anggota dewan berjanji terus mengawal sampai tanggal 15 Desember 2026 batas akhir pengesahan RUU Perampasan Aset maka aksi unjuk rasa berakhir dengan tertib, dan massa membubarkan diri secara kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian," ujar Ibrahim, Kamis (27/8/2026).

Selat Hormuz Jadi Perhatian Pasar

Selain faktor domestik, investor juga mencermati perkembangan eksternal, khususnya situasi geopolitik Timur Tengah. Salah satu sentimen yang menjadi perhatian adalah perkembangan pembicaraan Iran dan Qatar yang dinilai berpotensi mendorong dibukanya kembali Selat Hormuz.

Ibrahim menilai pembukaan kembali jalur strategis tersebut dapat membantu mengurangi gangguan pasokan energi yang muncul akibat konflik di Timur Tengah. Ia menyebut Iran dan Oman tengah memfinalisasi perincian kesepakatan terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian pasar global karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan negara-negara produsen minyak utama di kawasan Teluk dengan pasar energi dunia.

Jika gangguan terhadap jalur tersebut mereda, tekanan terhadap pasokan energi global berpotensi berkurang. Kondisi itu juga dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Baca Juga: IHSG Melonjak 1,81%, Investor Kembali Optimistis, Simak Prediksi Besok Jumat (28/8)

Data Ekonomi AS dan Pidato The Fed

Dari Amerika Serikat, pasar akan mengarahkan perhatian pada sejumlah agenda ekonomi yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter The Fed.

"Fokus pasar hari ini adalah rilis data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada hari Jumat besok," jelasnya.

Data ketenagakerjaan AS dan pernyataan pejabat Federal Reserve (The Fed) menjadi penting bagi pasar karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga AS ke depan.

Apabila data ekonomi AS menunjukkan ketahanan yang lebih kuat atau pernyataan pejabat The Fed cenderung hawkish, ekspektasi terhadap suku bunga AS dapat berubah. Kondisi tersebut berpotensi menopang dolar AS dan memberikan tekanan terhadap mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Sebaliknya, sinyal pelonggaran kebijakan moneter AS dapat memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih positif.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah pada perdagangan Jumat (28/8/2026) akan bergerak dalam kisaran Rp 17.740-Rp 17.790 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×