kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sentimen Eropa masih menekan rupiah di awal pekan


Senin, 22 Oktober 2012 / 10:17 WIB
Sentimen Eropa masih menekan rupiah di awal pekan
ILUSTRASI. Manfaat bah kiwi


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Belum adanya kepastian mengenai kelanjutan penerimaan dana bailout oleh Spanyol masih menggerus nilai mata uang beresiko, termasuk rupiah.

Analis Divisi Treasury Bank Negara Indonesia (BNI), Radityo Ariwibowo menyebut, keputusan Spanyol yang masih belum jelas meminta dana talangan cukup membuat kecewa pasar.

"Hal itu menyebabkan mata uang euro terperosok dan akhirnya berdampak pada pelemahan rupiah juga," kata Radityo, Senin (22/10).

Dia menerangkan, meskipun rupiah selalu bergerak menembus 9.600, yang merupakan level psikologisnya, namun menurut versi Bank Indonesia (BI), posisi rupiah terhadap dollar AS selalu ditutup di dibawah 9.600.

"Akhir pekan kemarin, (USD/IDR) versi BI, ditutup di 9.592 dari 9.588 pada penutupan hari sebelumnya," jelas Raditya. Padahal, di pasar offshore menurut versi Bloomberg, mata uang Garuda bergerak di kisaran 9.622 per dollar AS saat ini.

"Apalagi menjelang akhir bulan, kebutuhan dollar AS semakin banyak sehingga berpotensi menekan rupiah lebih dalam lagi," ujar Raditya.

Dia menilai, pergerakan rupiah masih menunggu laporan moneter awal bulan dan perkembangan defisit neraca perdagangan serta perkembangan terakhir cadangan devisa. Pada perdagangan hari ini, Raditya memprediksi, rupiah masih melemah di kisaran 9.560-9.630.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×