kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.887   5,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Sentimen China membuat rupiah tak bertenaga


Rabu, 20 Oktober 2010 / 10:27 WIB
ILUSTRASI. Tiang Pancang Tol Becakayu Roboh


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah keok. Pelemahan mata uang Garuda pagi ini menuju level paling lemah dalam dua minggu terakhir. Kondisi ini terjadi setelah China menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Tak ayal, pelaku pasar cemas langkah pengetatan China akan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi regional dan melumpuhkan ekspor.

"Dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan adalah negatif dan kondisi itu juga terjadi di negara-negara Asia," kata Koey Cuyegkeng, ekonom ING Groep NV di Manila.

Pada pukul 09.42, rupiah melemah 0,2% menjadi 8.942 per dolar. Sebelumnya, rupiah sempat bertengger di posisi 8.953, yang merupakan level paling lemah sejak 5 Oktober.

Menurut Cuyegkeng, pelemahan rupiah menyebabkan Bank Indonesia tak lagi melakukan kontrol ketat. Asal tahu saja, bank sentral melakukan intervensi pasar mata uang dengan melakukan aksi beli dan jual mata uang asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×