kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Sentimen China membuat rupiah tak bertenaga


Rabu, 20 Oktober 2010 / 10:27 WIB
ILUSTRASI. Tiang Pancang Tol Becakayu Roboh


Reporter: | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah keok. Pelemahan mata uang Garuda pagi ini menuju level paling lemah dalam dua minggu terakhir. Kondisi ini terjadi setelah China menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Tak ayal, pelaku pasar cemas langkah pengetatan China akan memperlambat laju pertumbuhan ekonomi regional dan melumpuhkan ekspor.

"Dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan adalah negatif dan kondisi itu juga terjadi di negara-negara Asia," kata Koey Cuyegkeng, ekonom ING Groep NV di Manila.

Pada pukul 09.42, rupiah melemah 0,2% menjadi 8.942 per dolar. Sebelumnya, rupiah sempat bertengger di posisi 8.953, yang merupakan level paling lemah sejak 5 Oktober.

Menurut Cuyegkeng, pelemahan rupiah menyebabkan Bank Indonesia tak lagi melakukan kontrol ketat. Asal tahu saja, bank sentral melakukan intervensi pasar mata uang dengan melakukan aksi beli dan jual mata uang asing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×