kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.683   97,00   0,55%
  • IDX 6.412   -311,56   -4,63%
  • KOMPAS100 851   -42,11   -4,71%
  • LQ45 634   -24,22   -3,68%
  • ISSI 231   -11,98   -4,93%
  • IDX30 360   -11,24   -3,03%
  • IDXHIDIV20 445   -10,20   -2,24%
  • IDX80 98   -4,32   -4,25%
  • IDXV30 126   -3,58   -2,76%
  • IDXQ30 116   -2,95   -2,47%

Sempat dihentikan, Wall Street tenggelam 7% akibat guncangan minyak


Senin, 09 Maret 2020 / 22:12 WIB
ILUSTRASI. Traders work on the floor of the New York Stock Exchange (NYSE) in New York, U.S., March 9, 2020. REUTERS/Bryan R Smith


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Wall Street jatuh 7% dan indeks Dow Jones Industrial anjlok 2.000 poin, penurunan satu hari terdalam yang pernah terjadi di pasar saham Amerika Serikat. Setelah kejatuhan harga minyak 22%.

Melansir Reuters, pukul 9:54 waktu setempat, Dow Jones Industrial Average turun 1.791,85 poin, atau 6,93%, pada 24.072,93, dan S&P 500 turun 195,93 poin, atau 6,59%, pada 2.776,44. Sedangkan, Nasdaq Composite turun 530,62 poin, atau 6,19%, pada 8.045,00

Baca Juga: Premarket, indeks bursa Wall Street langsung rontok tersengat anjloknya harga minyak

Sebelumnya, perdagangan di bursa saham AS dihentikan sesaat setelah pembukaan karena S&P 500 turun 7%, memicu penghentian otomatis perdagangan selama 15 menit. Kejadian ini terakhir kali terjadi saat krisis keuangan 2008-2009.

Sebelumnya, langkah Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyak secara signifikan setelah gagalnya kesepakatan pada pertemuan OPEC dengan Rusia telah mengirimkan riak ke pasar keuangan global yang sudah panik gara-gara virus corona.

Harga minyak mentah mencatat hari terburuknya hampir tiga dekade terakhir, mengirim saham perusahaan minyak Chevron Corp dan Exxon Mobil Corp turun lebih dari 9%. Indeks energi merosot 20,1%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×