kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,55   2,12   0.24%
  • EMAS1.333.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Semester I, DOID produksi batubara 15,7 juta ton


Jumat, 22 Juli 2016 / 20:11 WIB
Semester I, DOID produksi batubara 15,7 juta ton


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Produksi batubara PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) di bulan Juni 2016 tercatat naik dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan Juni, perseroan memproduksi 2,8 juta ton batubara, naik 16,7% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,4 juta ton.

Sepanjang Januari hingga Juni 2016, total produksi batubara perseroan tercatat sebesar 15,7 juta ton. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 16 juta ton, pencapaian ini turun tipis 1,8%.

"Biasanya, di sekitar bulan Juni hingga September pencapaian produksinya lebih tinggi," ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan DOID, Errinto Pardede kepada KONTAN, Jumat (22/7).

Pada Juni 2016, kinerja pengangkutan pengupasan tanah (overburden removal) mencapai 24,9 juta bank cubic meter (bcm). Naik dibandingkan bulan Mei lalu yang sebesar 24,2 juta bcm.

Jika ditotal, sepanjang Semester I-2016, kinerja overburden removal perseroan tercapai sebanyak 133,7 juta bcm, naik dari periode yang sama tahun 2015 sebesar 129,1 juta bcm.

Tahun ini, DOID menargetkan produksi minimal bisa sama dengan tahun lalu. Sebagai catatan, realisasi produksi 2015 sebesar 33,2 juta ton dan pengupasan tanah 272,5 juta bcm.

Perseroan menargetkan bisa mencapai target pendapatan DOID sekitar US$ 500 juta. Sepanjang tahun lalu, DOID membukukan pendapatan US$ 565 juta atau turun 7,3% dibandingkan tahun sebelumnya US$ 607 juta.

Di bisnis jasa pertambangan ini DOID masih mencari kontrak baru. Errinto mengatakan, ada beberapa rencana kontrak yang sudah masuk dalam pipeline bisnis perseroan. Setidaknya, ada dua perusahaan yang tengah dijajaki perseroan. "Namun, kami masih belum bisa menyebutkan detailnya," ujar dia.

Sebelumnya, DOID telah mengantongi kontrak dari PT Sungai Danau Jaya (SDJ) dan PT Tadjahan Antang Mineral (TAM) sejak tahun lalu.

Dengan dua kontrak baru ini, pelanggan DOID menjadi 9 perusahaan. Jangka waktu kontrak yang sudah ada cukup beragam. Namun yang akan selesai tahun ini seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC). Sementara rata-rata kontraknya habis pada tahun 2019 mendatang.

Hanya kontrak dari PT Sungai Danau Jaya yang jangka waktunya seumur tambang. Sisa nilai kontrak dari sembilan pelanggan tersebut sebesar US$ 1,6 miliar.

Pada kuartal I-2016, DOID mencatat penjualan sebesar US$ 126 juta, naik 3,2% ketimbang periode yang sama 2015 yang sebesar US$ 122 juta. Kontribusi terbesar berasal dari Berau Coal yakni sekitar 51%. Saham DOID turun 2,26% ke level Rp 260 per saham pada perdagangan Jumat (22/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Accounting Mischief Practical Business Acumen

[X]
×