kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Secara teoritis, rupiah sudah undevalue 9%


Kamis, 22 Agustus 2019 / 20:56 WIB

Secara teoritis, rupiah sudah undevalue 9%
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah

Selanjutnya, Lana menilai saat ini belum ada momentum yang cukup kuat yang mampu membawa rupiah menuju level teoritis tersebut. Kenapa? karena banyaknya faktor dan sentimen yang masih menghantui pergerakan rupiah saat ini.

Beberapa sentimen tersebut meliputi supply dan demand terhadap rupiah. Supply bisa saja kurang, namun saat tidak ada spekulasi bisa saja harga bergerak, belum lagi kebergantungan pada mata uang luar. Sehingga, tidak hanya sebatas pasokan cadangan devisa saja, tapi juga berbagai sentimen yang tidak bisa diukur di luar fundamental. 

Adapun untuk prospek rupiah di jangka panjang, Lana belum bisa memberikan angka kisaran rupiah. Ini karena, banyaknya faktor dan sentimen yang perlu diukur di jangka panjang, seperti isu perdagangan, perekonomian, termasuk kemungkinan pelemahan mata uang secara mendadak seperti yuan. 

Baca Juga: Suku bunga acuan BI turun lagi, begini analisis Bahana Sekuritas

"Sekarang, orang mulai banyak memperhatikan yuan karena dampaknya cukup lebat. Tapi kalau secara keseluruhan, rupiah masih cukup stabil," katanya.

Untuk jangka pendek, Lana memperkirakan pergerakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp 14.100 per dolar AS hingga Rp 14.300 per dolar AS. Hal ini mengacu pada sinyal pelonggaran moneter dari The Fed, jika dovish rupiah akan menuju level Rp 14.100, sebaliknya jika sinyal pelonggaran cenderung netral maka rupiah berpotensi ke Rp 14.300 per dolar AS.

Namun akan lain cerita jika ada sentimen baru muncul, seperti yang sempat terjadi sebelumnya yakni China yang melemahkan mata uang yuannya. Saat itu, hampir seluruh mata uang regional dan emerging market ikut terimbas sentimen negatifnya dan mencatatkan pelemahan mata uang yang cukup dalam, termasuk dengan rupiah.

Baca Juga: Menimbang untung-rugi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI)

"Jika kondisi seperti itu terjadi, secara rata-rata ada kemungkinan rupiah melemah 3% dari level sekarang," tandasnya.


Reporter: Intan Nirmala Sari
Editor: Yoyok

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×