Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan pasangan kurs EUR/USD pada perdagangan akhir pekan lalu, dinilai hanya bersifat sementara. Meskipun secara teknikal cenderung moderat, pergerakan pasangan kurs euro dan dolar AS berpeluang untuk menanjak dan menuju ke area bullish.
Berdasarkan data Bloomberg pada perdagangan Sabtu (27/7) diketahui pasangan EUR/USD masih mencatatkan koreksi tipis yakni 0,17% ke level 1,1128 dari penutupan hari sebelumnya 1,1147.
Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan, pelemahan pasangan kurs EUR/USD cenderung lebih lunak, ketimbang tekanan usai Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan menahan suku bunga acuannya pada Kamis (25/7).
Baca Juga: Analis Finex Berjangka: Buy pasangan EUR/GBP
Ini karena, pasar sebelumnya meyakini bahwa Gubernur ECB Mario Draghi bakal memberikan sinyal kuat pemangkasan suku bunga acuannya dalam waktu dekat.
Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat (AS) cenderung positif. Hal ini memperkecil peluang bagi Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga acuannya secara agresif di akhir Juli ini.
Asal tahu saja, sebelumnya pasar optimistis The Fed bakal menerapkan kebijakan pelonggaran moneter secara agresif dengan memangkas suku bunga acuan hingga 50 basis poin.
Baca Juga: Bank Sentral Eropa (ECB) perkuat sinyal pangkas suku bunga, begini pendapat analis
"Dengan data ekonomi AS yang cenderung positif, sekarang pasar tengah menunggu berapa besaran suku bunga yang bakal dipangkas. Kemungkinan hanya 25 bps," kata Suluh kepada Kontan.co.id, Sabtu (27/7).
Potensi pemangkasan suku bunga yang lebih kecil tersebut, tentunya memberikan sentimen positif bagi kurs dolar AS. Akibatnya, EUR justru kembali tertekan oleh penguatan USD tersebut.
Posisi kurs EUR yang cenderung sudah melemah banyak tersebut, dinilai Suluh sebagai salah satu alasan ECB belum memberikan sinyal kuat untuk pemangkasan suku bunga acuannya.
Baca Juga: ECB pertahankan sikap dovish, yen bisa kembali menguat
Namun, jika dilihat secara teknikal harga EUR terhadap USD sudah cukup murah, sehingga investor direkomendasikan untuk beli saat ini.
Dilihat dari indikator teknikal, moving average (MA)50 dan MA100 masih bergerak flat. Sedangkan untuk indikator Relative Strength Index (RSI) diungkapkan berada di posisi 25%, disusul stochastic 30% yang mengindikasikan adanya recovery untuk naik, mengingat harga sudah oversold.
Adapun untuk indikator MACD masih berada di gelombang negatif yakni -150, namun tengah menuju area 0 (nol) atau mengurangi posisi negatif.
Baca Juga: Pasangan EUR/GBP bergerak volatil seiring pertemuan ECB
Adapun proyeksi pergerakan EUR/USD pada perdagangan Senin (29/7) berada di kisaran support 1,1105; 1,1085; dan 1,1035. Sedangkan untuk level resistance berada di 1,1150; 1,1175; dan 1,1195.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












