kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Sebaran Covid-19 belum reda, penawaran lelang SUN akhir Juni 2020 lesu


Selasa, 30 Juni 2020 / 19:48 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi foto Obligasi. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Noverius Laoli

Apalagi, melihat hasil lelang hari ini hampir semua seri mencatatkan jumlah nominal yang dimenangkan masuk dalam kategori kompetitif, dibandingkan non kompetitif. 

"Ke depan, yield kemungkinan akan terus turun. Bukan hanya karena faktor dalam negeri, tapi juga didukung hampir semua kebijakan negara dunia yang tergolong longgar dan ekspansif, dan harusnya Indonesia ikut dalam tren tersebut," ujarnya.

Baca Juga: Kemenkeu siap mengakomodasi penjualan SBSN untuk investasi sosial

Prediksinya, yield untuk tenor 5 tahun berada di kisaran 6%, sedangkan untuk SUN tenor 10 tahun berada di kisaran 6,9%. Namun Fikri berharap, tren yield ke depan bisa lebih rendah dari prediksinya tersebut.

Ditambah lagi, jika membandingkan dengan negara-negara lain, Fikri menilai fundamental Indonesia tergolong masih sangat baik, terlebih jika dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi. Adapun sentimen yang bakal menjadi pertimbangan investor, khususnya asing ke depan adalah stabilitias nilai tukar rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×