kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

SCPI targetkan pertumbuhan pendapatan 20%


Kamis, 23 Januari 2014 / 20:05 WIB
ILUSTRASI. Delifru sirup.


Reporter: Annisa Aninditya Wibawa | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kinerja PT Merck Sharp Pharma Tbk (SCPI) terlihat tak terlalu cemerlang. Pada kuartal ketiga 2013, pendapatan SCPI yakni Rp 285,87 miliar. Angka tersebut naik 27,89% dari Rp 223,52 miliar di September 2012. Chief Financial Officer SCPI, Aris Sulistyanto menyebut bahwa pendapatan SCPI melebihi Rp 300 miliar sepanjang tahun 2013.

Maka dari itu, SCPI pun masih tetap optimis pendapatannya dapat meningkat di tahun ini. "Rencana pertumbuhan pendapatan 20%," ucap Presiden Direktur SCPI, Chris Tan, Kamis, (23/1).

Demi meraih target tersebut, Chris bilang pihaknya akan berusaha menggenjot pendapatan secara agresif. Salah satu rencananya yaitu dengan mengeluarkan 4 produk baru.

Emiten farmasi ini pun akan memanfaatkan pabrik dengan investasi US$ 21 juta yang dibangun Oktober 2012 lalu. Aris menyebut bahwa pabrik tersebut pihaknya gunakan untuk keperluan ekspor di 14 negara di Asia Pasifik. Adapun, saat ini porsi ekspor dan impor SCPI tercatat hampir seimbang.

Sayangnya, SCPI terlihat masih merugi Rp 112,03 miliar pada kuartal ketiga 2013. Angka kerugian tersebut melonjak 413,19% dari Rp 21,83 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Aris menyebut, rugi bersih ini meningkat karena 70% komponen biaya yang dalam bentuk impor. Ada pun, kerugian selisih mata uang ini menimbulkan pelonjakan beban pada kinerja SCPI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×