kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Sarana Menara (TOWR) memperkuat segmen bisnis fiber optik


Sabtu, 08 Desember 2018 / 09:11 WIB

Sarana Menara (TOWR) memperkuat segmen bisnis fiber optik
ILUSTRASI. Sarana Menara Nusantara Tbk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) telah mengamankan pendanaan ekspansi tahun depan. Perusahaan baru saja memperoleh pinjaman Rp 600 miliar dari Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.

Wakil Direktur Utama TOWR Adam Gifari mengatakan, pinjaman itu nanti bakal dialokasikan untuk modal cucu usaha, yakni iForte Solusi Infotek. "Untuk membangun jaringan fiber optik," ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (7/12).


Perusahaan ini berniat membangun jaringan fiber optik sepanjang 16.000 kilometer (km) untuk menunjang kegiatan operator telekomunikasi. Pengerjaannya butuh waktu paling lama sekitar 18 bulan.

Walhasil, proyek fiber optik iForte terealisasi sepenuhnya di tahun 2020. Sejauh ini, perusahaan ini telah memiliki jaringan fiber optik lebih dari 6.000 km.

Manajemen perusahaan milik Grup Djarum ini belum merinci berapa target pendapatan dari segmen tersebut. Sedikit gambaran, pendapatan TOWR dari segmen sewa jaringan fiber optik sepanjang sembilan bulan tahun ini tercatat Rp 165,54 miliar.

Angka itu naik 86% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 89,18 miliar. Pendapatan dari segmen jaringan fiber optik berkontribusi sekitar 4% terhadap pendapatan konsolidasi TOWR, Rp 4,34 triliun.

Kepala Riset Maybank Kim Eng Sekuritas Isnaputra Iskandar menyebut, TOWR unggul dari sisi jumlah kepemilikan menara. "Model bisnisnya juga memungkinkan TOWR mempertahankan margin EBITDA di kisaran 80%-84%," tulisnya di riset 7 Desember.

Dia menambahkan, TOWR juga masih berpeluang untuk tumbuh secara anorganik. Pasalnya, pemain di bisnis ini sedikit karena tingginya modal. "Merger dan akuisisi masih menjadi salah satu strategi pertumbuhan," imbuhnya.

Sekadar informasi, iForte merupakan anak usaha PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) yang 99,99% sahamnya dimiliki TOWR. Pinjaman yang baru diperoleh terdiri dari dua bagian. Pertama, fasilitas tanpa komitmen Rp 500 miliar bertenor tiga tahun dengan bunga 1,8% per tahun. Kedua, fasilitas bank garansi Rp 100 miliar bertenor satu tahun.


Reporter: Rezha Hadyan
Editor: Herlina Kartika

Video Pilihan


Close [X]
×