Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan koreksi 0,43% dalam sepekan terakhir dan ditutup di level 8.235,48 pada Jumat (27/2//2026), di tengah tingginya volatilitas pasar. Meski sempat bergejolak di awal perdagangan, IHSG berhasil ditutup menguat tipis 0,003% pada akhir sesi.
Analis dari MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, sepanjang pekan ini pergerakan IHSG memang cenderung tertekan oleh aksi jual yang muncul dalam beberapa hari terakhir.
"Pergerakan IHSG juga belum mampu menembus MA20, meski masih sejalan dengan proyeksi teknikal," kata dia, Jumat (27/2).
Sentimen Global Tekan IHSG
Tekanan terhadap IHSG tidak lepas dari sejumlah sentimen global yang mempengaruhi psikologi pasar. Salah satu faktor utama adalah meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama seiring ancaman invasi Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.
Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan tarif dagang AS turut menambah kekhawatiran investor global. Kombinasi sentimen tersebut mendorong penguatan harga emas dunia sebagai aset safe haven.
Baca Juga: Nasib IHSG dan Arus Dana Asing Pasca Peringatan Lembaga Pemeringkat Global
Dari sisi domestik, pasar juga mencermati peringatan dari Standard & Poor's terkait risiko fiskal Indonesia.
Data Ekonomi Jadi Penentu Arah IHSG
Investment Advisor dari Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis menilai, sejumlah rilis data ekonomi penting berpotensi mempengaruhi arah IHSG pada pekan depan.
Dari dalam negeri, pasar akan mencermati:
-
Rilis S&P Global Manufacturing PMI
-
Neraca perdagangan Januari 2026
-
Data inflasi Februari 2026
-
Cadangan devisa Februari 2026
Sementara dari eksternal, investor menunggu sejumlah indikator ekonomi utama AS, seperti:
-
Indeks manufaktur dan non-manufaktur dari Institute for Supply Management
-
ADP Employment Change
-
Nonfarm Payrolls
-
Tingkat pengangguran
-
Retail sales
"Sedangkan dari global, data ekonomi yang akan dirilis pekan depan antara lain inflasi Februari di kawasan Eropa, indeks manufaktur dan jasa dari China, consumer confidence dari Jepang, serta retail sales dari Eropa," ungkap dia.
Proyeksi IHSG Pekan Depan
Alrich memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.100 hingga 8.350 pada pekan depan.
Sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati investor antara lain:
-
HRUM
-
NCKL
-
SMDR
-
AMMN
-
ERAA
-
MAIN
Baca Juga: IHSG Ditutup Stagnan di 8.235 pada Jumat (27/2), INCO, NCKL, AMMN Top Gainers LQ45
Di sisi lain, Herditya memproyeksikan IHSG berpeluang menguat dengan level support di 8.139 dan resistance di 8.358. Arah pergerakan indeks akan sangat dipengaruhi oleh:
-
Rilis neraca dagang dan inflasi Indonesia
-
Data manufaktur China
-
Nonfarm Payroll AS
-
Pergerakan harga komoditas global
Berdasarkan proyeksi tersebut, investor dapat mencermati sejumlah saham dengan target harga berikut:
-
INDY: Rp 3.910 – Rp 4.200 per saham
-
TAPG: Rp 1.670 – Rp 1.745 per saham
-
UNVR: Rp 2.490 – Rp 2.590 per saham
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik yang masih dinamis, pelaku pasar disarankan tetap selektif dalam mengambil posisi pada pekan mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News











