Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kabar gembira untuk investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang selama ini setia atau nyangkut di saham BNBR. Harga saham BNBR tahun 2026 ini dalam tren naik. Selain itu, BNBR berpeluang membagi dividen untuk para pemegang saham.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) memberi sinyal akan kembali membagikan dividen pada tahun ini. Manajemen menyebut perseroan kini memiliki ruang fiskal setelah menyelesaikan kuasi reorganisasi pada 2024.
Direktur Utama BNBR Anindya Bakrie mengatakan retained earnings perseroan sudah kembali positif sehingga membuka peluang pembagian dividen kepada pemegang saham.
“Setelah kita melakukan kuasi reorganisasi, retained earnings-nya positif, jadi mempunyai ruang fiskal untuk memberikan dividen,” ujar Anindya di Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Outlook Tak Berubah, Dampak Peringatan S&P ke Rupiah Dinilai Terbatas
Keputusan Final Tunggu RUPST 2026
Meski demikian, keputusan final terkait pembagian dividen akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 untuk tahun buku 2025.
Menurut Anindya, pasar saat ini menginginkan kombinasi antara stabilitas dan pertumbuhan usaha.
“Dividen nanti tunggu tentunya RUPS 2026 untuk tahun buku 2025. Tapi yang paling menarik ialah justru animo pasar menginginkan stability, butuh juga growth,” jelasnya.
Sinyal dividen ini menjadi katalis positif bagi investor, terutama setelah kinerja laba perseroan menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang 2025.
Tonton: Kemenkeu Sebut Anggaran Pembelian Mobil dari India Berasal dari Utang
Laba Bersih 2025 Tumbuh 49,6% YoY
BNBR membukukan laba bersih Rp 502,74 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut melonjak 49,6 persen dibandingkan laba 2024 sebesar Rp 336,04 miliar. Kenaikan laba setara Rp 166,69 miliar secara tahunan (year on year/yoy).
Di sisi lain, pendapatan bersih BNBR pada 2025 tercatat Rp 3,74 triliun atau turun 3,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menyampaikan bahwa capaian tersebut tetap positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Kami bersyukur di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, Perseroan mampu mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025,” ujarnya.
Kontribusi Unit Usaha: Infrastruktur dan Mobilitas Listrik Jadi Penopang
Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 2,18 triliun.
Sementara itu:
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group menyumbang Rp 1,08 triliun, naik 8,5% dari 2024.
- PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group mencatat Rp 464,21 miliar, tumbuh 41,6% dan menjadi unit dengan pertumbuhan tertinggi.
- PT Bakrie Pipe Industries (BPI) membukukan Rp 1,76 triliun, turun 22,8% dari tahun sebelumnya.
- PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) tumbuh 28,1% menjadi Rp 194,54 miliar.
- PT Bakrie Construction (BCons) melonjak 330% menjadi Rp 171,58 miliar berkat realisasi proyek engineering, procurement, and construction (EPC).
Pertumbuhan BIIN ditopang kontribusi PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) Group, PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), PT Helio Synar Energy, serta portofolio infrastruktur strategis lain termasuk jaringan pipanisasi minyak dan gas.
Baca Juga: HM Sampoerna (HMSP) Umumkan Perubahan Susunan Direksi, Tiga Nama Baru Masuk
Struktur Keuangan Membaik, Ekspansi Berlanjut
Manajemen menilai struktur keuangan yang semakin sehat serta penguatan portofolio infrastruktur menjadi fondasi optimisme ke depan.
BNBR juga melanjutkan ekspansi pada sektor mobilitas listrik melalui VKTR serta pengembangan energi berkelanjutan.
Kombinasi perbaikan fundamental, potensi dividen, dan ekspansi sektor strategis dinilai dapat meningkatkan nilai jangka panjang bagi pemegang saham sekaligus menjaga momentum pertumbuhan perseroan.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/02/27/195809826/laba-naik-496-persen-bakrie-brothers-buka-peluang-bagi-dividen-tahun-ini?page=all#google_vignette
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













