kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Sarana Menara Nusantara (TOWR) telah menyerap capex Rp 2,4 triliun


Senin, 11 November 2019 / 20:33 WIB
Sarana Menara Nusantara (TOWR) telah menyerap capex Rp 2,4 triliun
ILUSTRASI. Perusahaan menara dan infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Hingga akhir 2019, Sarana Menara (TOWR) menargetkan serapan capex bisa mencapai Rp 3,4 triliun-Rp 3,5 triliun.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan menara telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 2,4 triliun per September 2019. Jumlah tersebut terdiri dari capex untuk pembangunan menara sebesar Rp 1,6 triliun dan fiber optic Rp 800 miliar.

Sementara itu, hingga akhir 2019, TOWR menargetkan serapan capex bisa mencapai Rp 3,4 triliun-Rp 3,5 triliun. Wakil Direktur Utama TOWR Adam Gifari mengatakan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi berupa menara dan fiber optic terus digenjot untuk meningkatkan tenancy ratio (rasio penyewaan) Sarana Menara. Menurut dia, capex TOWR tahun ini lebih banyak bersumber dari kas internal yang memang relatif memadai.

Sementara itu, untuk tahun depan, TOWR menyiapkan capex sebesar Rp 2,6 triliun. Besaran capex ini lebih rendah dari 2019 karena adanya kolokasi sehingga TOWR tidak perlu membangun menara baru. "Jumlah capex tersebut belum termasuk capex kalau ada akuisisi menara," ucap Adam kepada Kontan.co.id, Senin (11/11).

Baca Juga: Prospek Bisnis Menara Telekomunikasi Semakin Berisi

Salah satu rencana akuisisi menara yang diminati TOWR adalah proses lelang penjualan 3.200-3.300 unit menara telekomunikasi milik PT XL Axiata Tbk (EXCL). "Kalau memang jadi XL Axiata mau menjalankan proses penjualan menara mereka dan ada proses tender bergulir melibatkan kami, sesuai dengan strategi perusahaan, maka InsyaAllah kami berpartisipasi," ungkap Adam.

Sebagai informasi, TOWR mencatatkan pendapatan Rp 4,65 triliun per September 2019. Angka ini tumbuh 6,9% dari pendapatan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 4,35 triliun. Bisnis sewa menara menyumbang 88,34% dari total pendapatan atau sebesar Rp 4,11 triliun.

Kontributor selanjutnya adalah bisnis sewa fiber optic TOWR yang menyumbang 5,62% total pendapatan atau sebesar Rp 301,69 miliar. Porsi selanjutnya adalah bisnis sewa Very Small Aperture Terminal (VSAT) yang sebesar Rp 238,75 miliar atau 4,22% total pendapatan.

Sementara itu, laba bersih TOWR per kuartal III-2019 tercatat sebesar Rp 1,59 triliun. Angka ini turun 10,13% secara tahunan dari sebelumnya Rp 1,7 triliun.

Baca Juga: Usai beli 1.000 menara Indosat Rp 1,95 triliun, simak fokus Sarana Menara (TOWR)

Analis Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia Raymond Kosasih dan James Nugroho mengatakan, pendapatan dan laba bersih TOWR per kuartal III-2019 ini sejalan dengan proyeksi, yakni masing-masing mencapai 73% dan 74% dari proyeksi sepanjang 2019.

Memasuki tahun 2020, jaringan fiber optic yang baru dipasang TOWR dinilai akan mencatatkan peningkatan kontribusi pendapatan. "Meningkatnya lalu lintas data di seluruh perusahaan telekomunikasi besar akan membuat perusahaan menara telekomunikasi yang memiliki jaringan fiber optic yang tersebar menjadi pemenang jangka panjang," tulis keduanya dalam Deutsche Bank Research tanggal 30 Oktober 2019.

Untuk itu, kedua analis tersebut merekomendasikan buy saham TOWR dengan target harga jangka panjang Rp 850 per saham. Hari ini, harga saham TOWR naik 0,78% ke Rp 650 per saham.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×