Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Noverius Laoli
Di sisi lain, Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai kinerja TSPC juga berpotensi terdorong oleh faktor musiman. Curah hujan yang tinggi biasanya meningkatkan konsumsi produk kesehatan masyarakat.
“Cuaca ekstrem cenderung berdampak positif terhadap penjualan produk consumer healthcare karena masyarakat lebih menjaga daya tahan tubuh,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan masih adanya risiko dari fluktuasi nilai tukar rupiah yang dapat meningkatkan biaya bahan baku impor. “Tekanan cost masih menjadi perhatian utama, terutama jika volatilitas kurs berlanjut,” tambahnya.
Baca Juga: Laba Naik 4,95% di Kuartal III 2025, Cek Rekomendasi Saham Tempo Scan (TSPC)
Dari sisi pergerakan saham, Abdul Azis menilai ruang penguatan masih ada, namun cenderung moderat dalam jangka pendek jika tekanan margin belum sepenuhnya mereda.
“Kami masih merekomendasikan wait and see. Secara teknikal ada potensi pembentukan double top. Namun jika saham terkoreksi ke area Rp2.720–Rp2.670, itu bisa menjadi peluang trading buy dengan target Rp2.850–Rp2.900,” jelasnya.
Dengan kombinasi fundamental yang kuat, efisiensi yang terjaga, serta potensi katalis jangka menengah, saham TSPC tetap dinilai menarik bagi investor, meski volatilitas jangka pendek masih perlu diantisipasi.
Selanjutnya: Video YouTube Tidak Bisa Diputar? Jangan Buang Waktu, Ini Solusi Cepatnya!
Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













