kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Saham teknologi hambat penguatan bursa AS


Rabu, 15 Agustus 2012 / 06:41 WIB
ILUSTRASI. Sebuah peluncur yang terpasang pada kapal perusak Angkatan Laut China di bawah Komando Teater Timur PLA menembakkan rudal ke kapal selam musuh di perairan Laut China Timur selama latihan maritim pada awal Januari 2021.


Reporter: Cipta Wahyana, Blooomberg | Editor: Cipta Wahyana

NEW YORK. Penguatan indeks Standard & Poor's 500 (S&P 500) bursa New York yang sempat terjadi di awal perdagangan ternyata tak bertahan lama. Di akhir perdagangan, S&P 500 melemah terseret kejatuhan saham-saham di sektor finansial dan teknologi.

Semalam, S&P turun 0,18% menjadi 1.403,93. Saha-saham teknologi yang menggerus indeks antara lain saham Hewlett-Packard, Cisco, dan Intel. Harga ketiga saham itu turun hampir 1%.

Sejatinya, S&P sempat menguat di awal perdagangan lantaran memperoleh sentimen positif dari data konsumsi masyarakat AS. Departemen Perdagangan negeri itu melaporkan, di bulan Juli, tingkat konsumsi masyarakat AS di department store, diler mobil, dan toko elektronik meningkat 0,8%.

Namun, sentimen positif itu tidak bertahan lama. Pelemahan di sektor teknologi dan finansial menahan laju indeks S&P. Selain itu, volume perdagangan saham semalam juga sangat tipis. Hanya ada 5,2 miliar saham yang diperdagangkan. Ini 20% lebih rendah dari rata-rata transaksi dalam 3 bulan terakhir.

Melihat kondisi itu, tak perlu heran, jika di akhir perdagangan, Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga hanya mampu naik 0,02% menjadi 13.172,10.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×