kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45697,73   -32,02   -4.39%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Saham Sido Muncul (SIDO) mengantongi rekomendasi beli, ini sebabnya


Rabu, 19 Februari 2020 / 19:15 WIB
Saham Sido Muncul (SIDO) mengantongi rekomendasi beli, ini sebabnya
ILUSTRASI. Investor menikmati minuman jamu produksi PT Sidomuncul usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Sidomuncul di Jakarta, Rabu (31/1). Virus corona menjadi sentimen positif bagi Sido Muncul (SIDO).

Reporter: Kenia Intan | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) moncer sepanjang tahun 2019. Hal ini tercermin dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik 21,67% secara year on year (yoy) menjadi RpĀ  807,69 miliar.

Kenaikan laba bersih Sido Muncul ditopang oleh penjualan yang terkerek 11,23% sepanjang tahun 2019. Penjualan SIDO naik menjadi Rp 3,07 triliun pada tahun lalu, naik dari Rp 2,76 triliun di tahun sebelumnya.

Selain penjualan yang bertumbuh, laba bersih yang naik signifikan juga didorong oleh efisiensi beban. Misalnya, beban pokok penjualan yang hanya naik 3,7% saja, menjadi Rp 1,38 triliun di tahun 2019. Beban umum dan administrasi SIDO juga mampu ditekan hingga 5,6% yoy menjadi Rp 191,86 miliar. Hal ini bisa mengimbangi beban lain-lain yang naik menjadi Rp 6,95 miliar dari Rp 564 juta.

Baca Juga: Sido Muncul (SIDO) masih akan fokus di tiga pasar ekspor dan domestik tahun ini

Melihat hal ini, Analis Panin Sekuritas William Hartanto bilang SIDO memiliki prospek cerah. Posisi produk SIDO sebagai top of mind dalam minuman jamu cair menjadikan SIDO lebih menarik. Apalagi strategi SIDO untuk fokus penetrasi pasar ekspor bisa menjadi sentimen positif bagi saham emiten sektor konsumen ini.

Asal tahu saja, tahun ini SIDO masih akan melanjutkan strategi penjualan yang dijalankan tahun 2019. "Kami masih akan fokus pada pasar ekspor di Filipina, Malaysia, dan Nigeria. Untuk pasar domestik, kami masih akan menggenjot wilayah timur Indonesia," kata Direktur Keuangan Sido Muncul LeonardĀ  kepada Kontan.co.id, Rabu (19/2).

Melalui strategi tersebut, kenaikan penjualan dan laba bersih dibidik lebih dari 10% tahun ini. Adapun untuk kontribusi ekspor terhadap penjualan SIDO ditargetkan mencapai 6% hingga 7%.

Menurut Willliam strategi ini memang bisa menjadi sentimen positif bagi saham SIDO walaupun keuntungan kursnya tidak akan signifikan. Selain itu virus corona juga bisa berdampak baik SIDO, sebab produknya akan semakin menarik di pasar untuk menjaga daya tahan tubuh.

Baca Juga: Kinerja Sido Muncul (SIDO) ciamik, laba bersih 2019 naik 21,66%

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony juga berpendapat serupa. Virus corona menjadi sentimen positif sebab produk jamu dari Indonesia akan lebih dilirik oleh dunia. Selain itu, penguatan penjualan SIDO ke luar negeri dan Indonesia timur berpotensi mengerek pendapatan emiten jamu ini.

"Buy SIDO dengan target harga Rp 1.500," kata Chris kepada Kontan.co.id, Rabu (19/2). Sementara itu, William juga menyarankan buy dengan target harga Rp 1.400.

Berdasar data RTI, pada penutupan perdagangan Rabu (19/2) harga saham SIDO tercatat menguat 1,59% ke Rp 1.280 per saham. Adapun sejak awal tahun saham SIDO menguat 0,39%.




TERBARU

Close [X]
×