kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Saham-saham ini bisa dicermati seiring penguatan nilai tukar rupiah


Selasa, 10 November 2020 / 14:42 WIB
ILUSTRASI. Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Tendi Mahadi

Sementara itu, emiten-emiten yang berbasis pada ekspor seperti emiten sektor tambang dan emiten lain yang menjual produknya ke luar negeri dengan pendapatan berbasis dolar akan tertekan dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) dan PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) menjadi contoh dari emiten yang dirugikan saat dollar melemah.

Meski demikian, sambung Chris, saham SRIL dengan harganya yang cenderung murah masih menarik untuk dikoleksi, saat ini PER SRIL tercatat 3,07 kali dengan PBV di 0,46 kali.

Baca Juga: Simak rekomendasi analis untuk saham emiten menara berikut ini

“Tetapi untuk WOOD dengan peningkatan yang cukup signifikan belakangan ini perlu kembali diperhatikan apakah kinerja WOOD memang menggambarkan adanya peningkatan, sehingga wait and see lebih dulu untuk WOOD,” ungkap Chris.

Pada perdagangan hari ini saham WOOD terpantau stagnan, namun memang sudah melesat hingga 26,90% dalam satu bulan terakhir ke harga Rp 500 per saham.

Selanjutnya: Saham big caps berpotensi jadi incaran asing, simak rekomendasi analis berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×