kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Saham-saham emiten rokok masih tertekan, apa kata analis?


Rabu, 21 Oktober 2020 / 11:57 WIB
ILUSTRASI. A woman holds a box of Sampoerna cigarettes produced by PT HM Sampoerna at a cigarette shop in Jakarta, August 1, 2017.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

"Kami yakin ini menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan rokok karena pemulihan daya beli akan berjalan lebih lambat lagi seiring rendahnya upah minimum. Ditambah lagi, pemerintah berencana menaikkan tarif cukai untuk tahun depan," tutur Christine.

Di samping itu, sektor rokok juga mendapat sentimen negatif dari adanya saran World Health Organization (WHO) kepada pemerintah Indonesia untuk menaikkan tarif cukai 25% tiap tahunnya. Besaran tersebut tergolong tinggi jika melihat historikal kenaikan cukai di Indonesia.

"Kami meyakini kombinasi faktor-faktor tersebut telah memicu ketidakpastian prospek perusahaan rokok. Belum lagi pengumuman Keputusan Menteri Keuangan (PMK) tertunda karena situasi Covid-19," ucap Christine. Oleh karena itu, ia mempertahankan sikap netral untuk sektor tembakau.

Selanjutnya: Penjualan Indonesian Tobacco (ITIC) melesat 48,86% yoy hingga September

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×