kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Saham Produsen Beras Buyung Poetra (HOKI) Melonjak 36,7% Sebulan Terakhir


Kamis, 28 September 2023 / 05:05 WIB
Saham Produsen Beras Buyung Poetra (HOKI) Melonjak 36,7% Sebulan Terakhir


Reporter: Recha Dermawan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Musim kemarau berkepanjangan atau El Nino telah melanda Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan sebanyak 63% wilayah di Indonesia sudah terdampak El Nino.

Sebelumnya, El Nino secara resmi dinyatakan mulai berlangsung sejak awal Juni 2023. Fenomena El Nino ini sendiri merupakan peristiwa peningkatan suhu lautan di Pasifik tengah dan timur, yang menyebabkan kenaikan suhu udara di seluruh dunia.

Melansir dari catatan Kontan.co.id sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan kekeringan ekstrem atau El-Nino yang melanda Indonesia saat ini akan mengancam gagal panen sebanyak 1,2 juta ton beras.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Teknikal Saham RANC, HOKI, dan BUAH untuk Perdagangan Kamis (7/9)

Harga beras pun cenderung merangkak naik. Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), dari Januari 2023 hingga Agutus 2023, harga beras mengalami kenaikan sebesar 7,99% year to date (YtD)

Lalu bagaimana efek fenomena ini terhadap produsen beras?

Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto mengatakan tentu saja harga beras yang tinggi akan menggerus profit margin para produsen, dimana harga jual ditentukan oleh pemerintah dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) sehingga tidak memiliki kuasa untuk menaikkan harga jual. 

Adapun menurutnya musim kemarau atau El Nino ini akan berlangsung lebih lama dan diperkirakan mencapai puncaknya pada September ini

Baca Juga: Prediksi IHSG Hari Ini Selasa (29/8) Naik Lagi, Berikut Saham yang Prospek Dibeli

Fenomena El Nino ini tidak hanya berdampak pada harga beras nasional namun juga ke beberapa Negara penghasil beras lain seperti India dan Bangladesh yang masuk dalam daftar penghasil beras terbesar dunia. 

Gangguan supply ini diperkirakan akan membuat harga beras bertahan pada harga relative tinggi hingga 6-9 bulan kedepan. 

Harapannya nanti harga dapat normal kembali ketika sudah mulai panen dan rantai pasokan kembali dibuka. 

Adapun emiten beras PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) sudah berinovasi dan mengeluarkan produk baru yang tentu saja sangat memberikan inovasi positif bagi perseroan.

Baca Juga: Lewat Anak Usaha, Buyung Putra (HOKI) Jajaki Joint Venture Bangun Pabrik Beras Khusus

“Kami melihat perseroan sadar bahwa akan sulit untuk bertumbuh jika berbisnis beras. Perlu inovasi baru untuk mendongkrak kinerja, contohnya seperti produk nasi jagung mereka.” kata Pandhu kepada Kontan (27/9).

Adapun pada penutupan hari ini, saham HOKI berhasil naik 2,29% atau 3 poin menjadi Rp 134 per saham. Dalam sebulan ini, saham HOKI sudah mencatatkan kenaikan sebanyak 36,73%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×