kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Saham Multi Bintang (MLBI) Melonjak 20,70% Sepanjang 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya


Rabu, 07 Oktober 2026 / 18:15 WIB
Saham Multi Bintang (MLBI) Melonjak 20,70% Sepanjang 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Saham Multi Bintang Indonesia (MLBI) melesat 20,70% secara year to date (ytd) ke level Rp 6.850 per saham pada hari ini (7/10/2026) (KONTAN/Eldo C Rafael)


Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) mencatat kinerja positif sepanjang tahun berjalan. Hingga Rabu (7/10/2026), harga saham MLBI telah melesat 20,70% secara year to date (ytd) ke level Rp 6.850 per saham. Penguatan tersebut relatif lebih baik dibandingkan emiten lain di sektor yang sama. 

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, penguatan saham MLBI didorong oleh kombinasi ekspektasi perbaikan kinerja fundamental, prospek pemulihan konsumsi domestik, serta posisi MLBI sebagai salah satu emiten consumer goods yang memiliki brand kuat dan pricing power relatif baik.

Selain itu, ekspektasi normalisasi volume penjualan, efisiensi operasional, serta persepsi bahwa tekanan biaya dapat lebih terkelola turut mendukung minat beli terhadap saham MLBI. Momentum teknikal yang positif juga semakin memperkuat penguatan saham tersebut.

Baca Juga: Terungkap Broker Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 Triliun Rabu (7/10), Ini Pelakunya

Menurut Nafan, kenaikan harga saham MLBI saat ini cukup mencerminkan perbaikan fundamental perusahaan. Pertumbuhan penjualan dan laba bersih pada semester I-2026 menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya berasal dari sentimen pasar, tetapi juga didukung oleh kinerja operasional.

Fundamental MLBI dianggap relatif solid karena perusahaan memiliki portofolio merek yang kuat, jaringan distribusi luas, serta kemampuan mempertahankan margin melalui strategi harga dan efisiensi.

Nafan bilang, prospek MLBI hingga akhir 2026 masih cenderung positif. Pertumbuhan penjualan dan laba bersih berpeluang berlanjut apabila konsumsi domestik semakin membaik. 

“Momentum pada paruh kedua tahun juga dapat didukung oleh peningkatan aktivitas konsumsi, musim liburan, serta pemulihan daya beli. Namun, pertumbuhan kemungkinan tetap berlangsung secara selektif karena perusahaan masih menghadapi risiko kenaikan biaya produksi, volatilitas harga komoditas dan bahan baku, serta fluktuasi nilai tukar,” ujarnya kepada Kontan (7/10/2026).

Dari sisi saham, Nafan mengatakan, tren positif MLBI masih berpotensi berlanjut apabila pertumbuhan laba dapat dipertahankan dan sentimen konsumsi domestik membaik. Sentimen positif yang dapat menopang saham MLBI antara lain fundamental yang relatif defensif, kekuatan brand, potensi pertumbuhan konsumsi, serta momentum teknikal yang masih konstruktif.

Sementara itu, valuasi saham MLBI yang telah mengalami rerating setelah kenaikan harga saham, potensi profit taking, pelemahan daya beli, kenaikan biaya bahan baku, tekanan margin, dan volatilitas rupiah menjadi sentimen negatif yang perlu dicermati.

Oleh karena itu, Nafan menilai saham MLBI masih menarik untuk dipertimbangkan secara akumulasi bertahap, terutama ketika terjadi koreksi sehat, dengan tetap memperhatikan valuasi dan perkembangan kinerja kuartalan.

 

Senada, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisory Ekky Topan bilang, penguatan saham MLBI sepanjang tahun ini cukup ditopang oleh perbaikan fundamental.

Pada semester I-2026, pendapatan MLBI tumbuh sekitar 16,9% secara tahunan. Di sisi lain, laba bersih MLBI berhasil meningkat sekitar 24,3% di periode Januari-Juni 2026.

Menurut Ekky, dibandingkan emiten sejenis, MLBI relatif lebih baik dalam menjaga pertumbuhan laba dan margin. Selain itu, saham MLBI masih memiliki daya tarik dari sisi dividen serta karakter bisnis yang cukup defensif. 

Dengan demikian, Ekky bilang, kenaikan harga saham MLBI bukan hanya dipengaruhi sentimen, tetapi juga cukup didukung oleh kinerja perusahaan.

Baca Juga: Saham AMRT Terkoreksi 36%, Analis Ungkap Penyebab dan Prospek hingga Akhir 2026

Untuk prospek hingga akhir 2026, Ekky masih melihat MLBI secara slightly positive.

Seasonal demand pada kuartal IV-2026, aktivitas pariwisata, sektor hotel, restoran, dan kafe (horeca), serta periode Natal dan Tahun Baru berpotensi menopang penjualan.

Namun, Ekky mengingatkan tetap mencermati daya beli masyarakat, biaya bahan baku, pelemahan rupiah, serta potensi kenaikan cukai.

Dalam jangka panjang, Ekky menjelaskan, peluang kenaikan saham MLBI masih terbuka apabila pertumbuhan laba dan margin dapat dipertahankan. Namun, untuk jangka pendek ia melihat saham MLBI berpotensi mengalami koreksi atau profit taking karena kenaikan harga yang cukup tinggi dan membentuk new high.

“Untuk saat ini kami lebih menyukai strategi hold atau buy on weaknes, bukan mengejar harga. Area koreksi bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap. Target harga kami masih melihat kisaran Rp 7.800-Rp 8.200, dengan catatan pertumbuhan laba semester II tetap terjaga,” tuturnya. 

Sementara itu, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menjelaskan, penguatan saham MLBI juga didukung oleh kinerja yang konsisten dan karakter defensif.

Di tengah tekanan daya beli yang menekan sebagian emiten konsumen, MLBI justru menunjukkan pertumbuhan dua digit.

Selain kinerja operasional, kebijakan pembagian dividen sebesar 100% dari laba bersih pada tahun buku 2024 dan 2025 juga membuat saham MLBI menarik bagi investor yang mencari imbal hasil stabil. 

Baca Juga: BSBK Tebar Dividen Interim Rp 25,09 Miliar, Cek Jadwalnya

“Penguatan saham sejalan dengan fundamental. Laba tumbuh lebih cepat dari pendapatan karena perbaikan margin, dengan margin laba usaha Q1-2026 naik ke 37,9%. Bahkan setelah naik sekitar 21% YTD, valuasinya masih tergolong wajar. Dengan EPS TTM sekitar Rp 611, MLBI di harga Rp 6.850 diperdagangkan di PER sekitar 11x, jauh di bawah rata-rata historisnya,” ujarnya kepada Kontan (7/10/2026). 

Untuk prospek hingga akhir 2026, Abida menjelaskan, pertumbuhan MLBI masih berpotensi berlanjut. Kuartal IV-2026 secara musiman menjadi periode yang kuat bagi MLBI seiring momentum libur Natal dan Tahun Baru serta meningkatnya kunjungan wisata, terutama di Bali.

Strategi tiga pilar manajemen, yakni memperkuat Bintang di segmen mainstream, membangun Heineken di segmen premium, serta melakukan inovasi produk dan kemasan, juga dinilai dapat menopang pertumbuhan volume.

Dari sisi saham, tren positif MLBI berpotensi berlanjut dengan dukungan valuasi yang masih relatif rendah dan potensi dividen yang tinggi. Sentimen positif lainnya berasal dari musim libur akhir tahun, pemulihan pariwisata, serta premiumisasi portofolio produk.

Lalu, sentimen negatif seperti potensi kenaikan cukai minuman beralkohol, regulasi terkait peredaran minuman beralkohol, pelemahan rupiah yang dapat meningkatkan biaya bahan baku impor seperti malt, serta ketergantungan terhadap sektor pariwisata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×