kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.822   -78,00   -0,46%
  • IDX 7.988   52,37   0,66%
  • KOMPAS100 1.126   8,82   0,79%
  • LQ45 818   1,96   0,24%
  • ISSI 282   4,44   1,60%
  • IDX30 425   -0,78   -0,18%
  • IDXHIDIV20 512   -3,29   -0,64%
  • IDX80 126   0,78   0,63%
  • IDXV30 139   0,04   0,03%
  • IDXQ30 138   -0,73   -0,53%

Saham MASA tertekan hingga 3% lebih pagi ini


Kamis, 21 Juni 2012 / 10:28 WIB
Saham MASA tertekan hingga 3% lebih pagi ini
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden. REUTERS/Kevin Lamarque


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) pagi ini dilanda aksi jual. Pada pukul 10.16, saham MASA melorot 3,77% menjadi Rp 510.

Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, tiga sekuritas yang paling banyak melepas saham ini antara lain: Lautandhana Securities senilai Rp 257,500 juta, Waterfront Securities senilai Rp 128,425 juta, dan Kresna Graha Sekuritas senilai Rp 45,900 juta.

Sepertinya, investor belum menilai positif rencana perusahaan untuk membangun kawasan industri seluas 210 hektare. Rencana tersebut dilakukan perseroan seiring keinginan pemerintah yang meminta semua perusahaan manufaktur pindah ke kawasan industri sebelum Desember 2014.

Menurut Kepala Riset eTrading Securities, langkah produsen ban ini terbilang cukup baik karena ditujukan untuk mengembangkan bisnis terutama meningkatkan pendapatan anorganik perusahaan.

"Kendati demikian, kegiatan organik perusahaan juga tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hal ini dapat dilihat dari seriusnya perusahaan mengembangkan lahan perkebunan karet seluas 5.000 hektare dengan total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 13 triliun selama 60 tahun," urainya.

Dia menambahkan, bisnis karet ini digunakan untuk kepentingan perusahaan dalam memproduksi ban yang diperkirakan dapat menurunkan ongkos produksi ban perusahaan dan meningkatkan margin pendapatan.

"Terkait dengan pengembangan kawasan industri, kami sendiri masih melihat hal ini sebagai nilai tambah perusahaan saja karena belum terlihatnya angka nilai investasi dan return yang kira-kira akan diterima oleh perusahaan nantinya. Apalagi, proyek ini sendiri baru berjalan pada tahun 2014," jelasnya.

Berdasarkan konsensus, dua analis merekomendasikan buy, satu analis merekomendasikan hold, dan satu analis merekomendasikan sell. Adapun target harga rata-rata saham ini adalah Rp 665 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×