kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Saham konstruksi mencoba bangkit


Selasa, 27 Februari 2018 / 07:30 WIB
Saham konstruksi mencoba bangkit


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belakangan, pergerakan harga saham emiten konstruksi menyedot perhatian. Soalnya, ada sentimen penghentian sementara alias moratorium pembangunan proyek jalan layang (elevated) oleh pemerintah. Aksi jual sejumlah saham emiten konstruksi sempat terjadi.

PT Waskita Karya Tbk (WSKT), misalnya. Selama lima hari terakhir, harga sahamnya turun 10,29% menjadi Rp 2.790 per saham. Pada Selasa (20/2) pekan lalu, terjadi kecelakaan kerja di proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) garapan WSKT.

Sentimen ini turut menyeret saham emiten karya lainnya. Ambil contoh, saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Tapi, kebijakan moratorium proyek elevated dinilai hanya berefek sementara. Lagi pula, manajemen emiten konstruksi menegaskan, itu tidak akan menganggu arus kas. Sebab, proyek yang dihentikan pembangunannya hanya sebagian kecil dari total proyek.

Dan sejatinya, penurunan harga saham emiten konstruksi bisa jadi kesempatan untuk akumulasi beli. Bagaimana prospek bisnis dan saham konstruksi ke depan?

Muhammad Nafan Aji, Analis Binaartha Parama Sekuritas, menyatakan, untuk WSKT dan ADHI, secara weekly chart masih dalam tren bullish. Dia merekomendasikan hold kedua saham itu. WSKT memiliki support Rp 2.680 dan resistance Rp 3.130. Sedang ADHI dengan support Rp 2.300 dan resistance
Rp 2.600. "Tren WSKT secara umum masih naik. Apalagi, harga sahamnya melampaui garis dari bearish channel," kata dia Ahad (25/2).

Bila sudah menunjukkan tren fase konsolidasi, Nafan menyarankan, agar akumulasi beli. Sebab, moratorium sifatnya temporer. Sementara pembangunan infrastruktur merupakan prioritas utama pemerintah. "Kami masih menantikan kinerja keuangan kuartal IV 2017. Proyeksinya positif," ujar Nafan.

Untuk saham PTPP, Nafan merekomendasikan akumulasi beli, dengan target jangka pendek Rp 3.320 serta target jangka panjang di level Rp 3.670. Adapun rekomendasi untuk WIKA adalah buy on weakness, dengan target jangka pendek dan menengah masing-masing di Rp 2.070 dan Rp 2.360. "Level Rp 2.650 merupakan target harga jangka panjang," imbuhnya.

Bertoni Rio, Senior Analyst Research Division Anugerah Sekuritas Indonesia, menilai, dalam tiga hari ke depan, pelaku pasar fokus pada rilis laporan keuangan 2017. Pemerintah diprediksi akan membayar proyek infrastruktur ke emiten. Pekan depan, ia memproyeksikan, sektor ini mulai rebound. "Sebaiknya, beli dalam sepekan ke depan," kata dia, Ahad (25/2).

Secara harian, Bertoni merekomendasikan buy on weakness saham infrastruktur. Sektor ini ideal untuk investasi jangka menengah dan panjang. Pasalnya, dalam lima tahun ke depan, sektor infrastruktur diprediksi masih terus tumbuh.

Bertoni menghitung, saat ini ADHI memiliki support-resistance Rp 2.320-Rp 2.550, PTPP Rp 3.090-Rp 3.300, WSKT Rp 2.790-Rp 3.300. Sementara WIKA di level support Rp 1.900 dan resistance Rp 2.100. "PTPP punya potensi upside paling baik, sekitar 10%," prediksi Bertoni. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×