kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Saham farmasi ini bisa naik karena APBN 2018


Kamis, 24 Agustus 2017 / 13:41 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Keputusan pemerintah untuk menaikkan anggaran kesehatan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2018 bisa berdampak positif ke emiten farmasi. Jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diharapkan bisa bertambah, sehingga berdampak positif ke kinerja emiten farmasi.

Analis OSO Sekuritas Riska Afriani melihat, keputusan pemerintah untuk APBN di 2018 ini akan mengangkat kinerja emiten farmasi seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Indofarma Tbk (INAF). "Dinaikkannya anggaran kesehatan ini memudahkan masyarakat untuk berobat sehingga penjualan obat emiten farmasi bisa terangkat, terutama bagi emiten yang menjual obat yang di-cover oleh BPJS," kata Riska kepada KONTAN, Rabu (23/8).

Menurut Riska, KAEF dan INAF bisa jadi emiten yang diuntungkan lewat keputusan baru pemerintah ini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya obat generik yang diproduksi KAEF dan INAF daripada KLBF.

Riska merekomendasikan buy untuk saham KLBF di angka Rp 1.800 dan buy untuk KAEF di level Rp 3.250.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×