kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Saham farmasi ini bisa naik karena APBN 2018


Kamis, 24 Agustus 2017 / 13:41 WIB
Saham farmasi ini bisa naik karena APBN 2018


Reporter: Riska Rahman | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - Keputusan pemerintah untuk menaikkan anggaran kesehatan dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2018 bisa berdampak positif ke emiten farmasi. Jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diharapkan bisa bertambah, sehingga berdampak positif ke kinerja emiten farmasi.

Analis OSO Sekuritas Riska Afriani melihat, keputusan pemerintah untuk APBN di 2018 ini akan mengangkat kinerja emiten farmasi seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Indofarma Tbk (INAF). "Dinaikkannya anggaran kesehatan ini memudahkan masyarakat untuk berobat sehingga penjualan obat emiten farmasi bisa terangkat, terutama bagi emiten yang menjual obat yang di-cover oleh BPJS," kata Riska kepada KONTAN, Rabu (23/8).

Menurut Riska, KAEF dan INAF bisa jadi emiten yang diuntungkan lewat keputusan baru pemerintah ini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya obat generik yang diproduksi KAEF dan INAF daripada KLBF.

Riska merekomendasikan buy untuk saham KLBF di angka Rp 1.800 dan buy untuk KAEF di level Rp 3.250.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×