kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Saham ERTX melejit, ini saran analis


Senin, 17 Juli 2017 / 23:35 WIB
Saham ERTX melejit, ini saran analis

Reporter: Riska Rahman | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Melesatnya harga saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) secara signifikan selama beberapa hari terakhir dipandang analis bukan disebabkan oleh peningkatan kinerja perusahaan. Tingginya volatilitas pada saham emiten lapis ketiga diprediksi analis jadi alasan mengapa harga saham emiten tekstil ini meningkat drastis.

Analis OSO Sekuritas Riska Afriani menyatakan, rencana peningkatan kapasitas produksi perusahaan di kuartal III-2017 ini tidak serta merta membuat saham ini jadi lirikan pelaku pasar.


"ERTX ini masuk ke saham lapis ketiga karena kapitalisasi pasarnya masih kecil, hanya Rp 265 miliar. Karena itu, volatilitas sahamnya cenderung tinggi sehingga harga sahamnya naik drastis beberapa hari terakhir," kata Riska kepada KONTAN, Senin (17/7).

Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (14/7), harga saham ERTX ditutup pada level Rp 153. Sementara itu pada penutupan perdagangan Senin (17/7), harga sahamnya meningkat 34,64% ke level Rp 206. Untuk itu, Riska mengimbau agar investor lebih berhati-hati karena level tersebut rentan aksi ambil untung.

Adapun di tahun 2017 ini, perusahaan menargetkan peningkatan penjualan sebesar 10% di tahun 2017 menjadi US$ 77 juta year-on-year (yoy). Untuk bisa mencapai hal ini, perusahaan berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka menjadi 7,2 juta potong pakaian per tahun.

Pada kuartal I-2017 lalu, pendapatan perusahaan meningkat 9,67% menjadi US$ 18,92 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 99,75% pendapatan perusahaan berasal dari ekspor ke luar negeri.

Sementara di Q1 tahun ini, perusahaan berhasil meraup laba sebesar US$ 319,76 ribu. Jumlah ini menurun 47,07% dibandingkan periode yang sama sebelumnya.




TERBARU

Close [X]
×