kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Saham emiten rokok, HMSP, GGRM dan WIIM kembali rebound, ini penjelasan analis


Sabtu, 11 Januari 2020 / 14:40 WIB
ILUSTRASI. Seorang wanita memegang sekotak rokok Sampoerna yang diproduksi oleh PT HM Sampoerna di sebuah toko rokok di Jakarta, 1 Agustus 2017.


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

Sebagai informasi, hasil survei konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2019 naik menjadi 126,4 dari bulan sebelumnya yang di level 124,2.

Untuk ke depannya, Analis RHB Sekuritas Indonesia Michael Wilson Setjoadi melihat, harga saham rokok dapat terus rally jika mendapat katalis positif.

Baca Juga: Simak rekomendasi 10 saham top losers Indeks Kompas100 sepanjang 2019

"Harga jual rokok naik terus dan harusnya margin tidak separah yang diekspektasi," ucap dia saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (9/1).

Terlebih lagi, menurut dia, valuasi saham-saham emiten rokok sudah tergolong murah akibat sentimen negatif berupa kenaikan tarif cukai yang ramai bergulir tahun lalu. Jadi, dengan katalis positif, saham-saham ini berpeluang untuk rebound. Per Jumat (10/1), price to earning ratio (PER) GGRM berada di 11,58x dan HMSP di 19,40x.

Christine juga melihat bahwa GGRM dan HMSP sama-sama telah menaikkan harga jual rata-rata atau avegare selling price (ASP) untuk produk-produk yang lebih murah. Menurut dia, hal ini dapat berdampak positif terhadap margin perusahaan rokok meski berpotensi menggerus volume penjualan.

Baca Juga: Harga saham emiten rokok kembali naik, ini penyebabnya menurut analis

Di sisi lain, ASP merek-merek andalan kedua perusahaan yang sudah memenuhi persyaratan harga jual eceran (HJE) yang baru, justru belum meningkat.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×