Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kompak melemah pada penutupan hari ini, Senin (27/4/2026). Analis memproyeksi pergerakan big banks pekan ini masih akan tertekan.
Di antara big banks, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami pelemahan paling dalam. Disusul oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).
Secara rinci, saham BMRI hari ini ditutup pada level harga Rp 4.400, TURUN 2,22% dibandingkan penutupan pekan lalu. Dari aksi asing, BMRI mencatat jual bersih alias net sell sebesar Rp 678,51 miliar.
Baca Juga: BUMI Bakal Akuisisi Loyal Metals Asal Australia, Cermati Rekomendasi Analis
Selanjutnya, saham BBNI hari ini ditutup di Rp 3.720 atau turun 1,33%. Kabar baiknya, BBNI hari ini mencatat aksi beli bersih alias net buy dari asing sebesar Rp 17,99 miliar.
Kemudian saham BBCA ditutup pada harga Rp 5.975 atau turun 1,24%. BBCA mencatat net sell sebesar Rp 896,04 miliar hari ini.
Sementara, saham BBRI turun paling tipis 0,65% dengan ditutup pada harga Rp 3.050. BBRI juga mengalami net sell hari ini sebesar Rp 200,25 miliar.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi memproyeksi pergerakan saham big banks pekan ini masih akan tertekan dengan peluang rebound jangka pendek.
Menurut Wafi, ada tiga sentimen utama yang akan mempengaruhi harga big banks, yaitu menunggu pengumuman MSCI, volatilitas nilai tukar rupiah, dan laporan kinerja bank pada kuartal-1 2026.
Wafi menilai MSCI serta volatilitas rupiah akan menjadi sentimen negatif, sedangkan kinerja bank pada kuartal-1 tahun ini akan menjadi katalis positif.
"BMRI sudah buktikan kinerja kuat, dan kalau BBCA serta BBRI rilis angka serupa, bisa jadi pemicu rebound singkat. Dari sisi valuasi, BBNI sudah di bawah nilai bukunya," jelas Wafi saat dihubungi, Senin (27/4/2026).
Lebih lanjut, Wafi menyebut pola pergerakan saham big banks pekan ini cenderung masih sideways to slightly recovery. Ada potensi rebound teknikal tapi belum akan melambung signifikan.
"Strategi terbaik tetap akumulasi bertahap, dengan BMRI dan BBNI sebagai pilihan utama karena valuasi lebih menarik dan sinyal kinerja yang sudah terlihat solid," ucapnya.
Baca Juga: IHSG Tertinggal dari Bursa Asia, Analis Soroti Faktor MSCI dan Negosiasi Global
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













